'Sponsor Utama' Ukraina Mau Berunding Dengan Putin, Zelensky Tamat?
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengonfirmasi bahwa negara-negara pendukung Ukraina di Eropa sedang mempersiapkan langkah teknis untuk memulai kembali pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Macron menyatakan bahwa dimulainya kembali dialog tersebut merupakan langkah yang berguna dalam situasi saat ini.
Dalam sebuah pernyataan, Macron menjelaskan bahwa persiapan dilakukan secara transparan melalui konsultasi dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky serta mitra-mitra utama di Uni Eropa.
"Diskusi sedang berlangsung di tingkat teknis untuk mempersiapkan hal ini," tegas Macron di hadapan wartawan pada Selasa (3/2/2026) waktu setempat dikutip Russia Today.
Langkah ini menjadi sinyal perubahan sikap diplomatik Eropa setelah Uni Eropa dan Inggris memutus komunikasi dengan Moskow sejak awal konflik tahun 2022. Tercatat, Macron dan Putin terakhir kali berkomunikasi melalui telepon pada Juli lalu, yang merupakan kontak pertama mereka dalam periode tiga tahun terakhir.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mendesak Uni Eropa (UE) untuk segera menetapkan saluran komunikasi langsung dengan Rusia. Paris menekankan bahwa keterlibatan dengan Moskow tidak pernah dikesampingkan selama memberikan keuntungan nyata dan dilakukan secara transparan bersama Ukraina dan anggota UE lainnya.
"Prancis tidak pernah menutup kemungkinan, secara prinsip, untuk berinteraksi dengan Rusia," kata Barrot dalam wawancara dengan media Liberation.
Sebelumnya, Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni telah mengusulkan penunjukan utusan khusus UE untuk Rusia. Hal ini bertujuan untuk memastikan blok Eropa tetap memiliki posisi tawar di meja perundingan dan tidak terpinggirkan oleh inisiatif sepihak dari Amerika Serikat.
Pemerintah Rusia menyatakan kesiapannya untuk melakukan negosiasi dengan itikad baik guna mengakhiri konflik di Ukraina. Namun, Moskow memberikan syarat tegas agar negara-negara Barat menghormati kepentingan keamanan Rusia dan menghentikan upaya pemberian kekalahan strategis terhadap mereka.
Pernyataan ini muncul menyusul adanya dorongan diplomatik baru dari Prancis dan sejumlah negara Eropa lainnya. Pihak Moskow menegaskan bahwa dialog hanya dapat berjalan jika negara-negara Barat meninggalkan tujuan militer mereka yang dianggap mengancam kedaulatan Rusia.
Hingga saat ini, Uni Eropa tengah melakukan persiapan di tingkat teknis untuk membuka kembali jalur komunikasi yang sempat terputus total sejak 2022. Posisi Rusia tetap konsisten pada tuntutan pengakuan terhadap kekhawatiran keamanan regional sebagai dasar dari setiap kesepakatan damai di masa depan.
[Gambas:Video CNBC]