MARKET DATA
INTERNASIONAL

Nestle Tarik Peredaran Sejumlah Susu Formula Bayi, Ada Temuan Toksin

Tommy Patrio Sorongan,  CNBC Indonesia
06 January 2026 13:30
Nestle. (REUTERS/Pierre Albouy/File Photo)
Foto: REUTERS/Pierre Albouy

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa makanan Swiss, Nestle, mengumumkan pada hari Senin (5/1/2026) penarikan kembali sejumlah batch susu formula bayi di beberapa negara Eropa, terutama Prancis, Jerman, Austria, Denmark, Italia, dan Swedia. Hal ini diambil sebagai langkah pencegahan setelah ada temuan toksin yang menimbulkan masalah kesehatan dalam produk itu.

Di situs web-nya, grup tersebut mengatakan telah mendeteksi "masalah kualitas" pada bahan yang bersumber dari salah satu pemasok utamanya.

"Nestle telah melakukan pengujian terhadap semua minyak asam arakidonat dan campuran minyak terkait yang digunakan dalam produksi produk nutrisi bayi yang berpotensi terdampak," katanya di situs web tersebut.

"Hingga saat ini, tidak ada laporan penyakit yang dikonfirmasi berkaitan dengan produk-produk yang terlibat."

Nestle mengatakan pihaknya tengah menjalin kontak dengan pihak berwenang di negara-negara terkait "untuk memastikan langkah-langkah yang diperlukan telah diambil".

"Nestle meyakinkan para orang tua dan pengasuh bahwa mereka sedang menerapkan tindakan yang tepat, termasuk penarikan produk jika diperlukan."

Dilansir AFP, Nestle Prancis mengatakan tengah melakukan "penarikan preventif dan sukarela" terhadap batch tertentu dari susu formula bayi Guigoz dan Nidal setelah investigasi baru menunjukkan potensi keberadaan cereulide, sebuah toksin yang dapat menyebabkan masalah pencernaan.

Perusahaan mengunggah foto-foto pada versi lokal situs webnya yang menunjukkan nomor batch produk yang terdampak, yang dijual dengan nama yang berbeda-beda. Di Jerman, produk tersebut dinamai Beba dan Alfamino.

Nestle menyediakan instruksi untuk mengembalikan produk dan mendapatkan pengembalian dana, serta nomor telepon untuk menjawab pertanyaan konsumen.

(tps/luc)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Produk Ini Tiba-Tiba Ditarik Massal di Pasaran, Membahayakan Konsumen


Most Popular
Features