MARKET DATA
Internasional

Horor Perang Saudara Negara Muslim, 250 Orang Tewas

sef,  CNBC Indonesia
04 February 2026 21:10
Penduduk setempat berdiri di lokasi ledakan bom bunuh diri di Mastung dekat Quetta, Pakistan, Jumat, 29 September 2023. Pihak berwenang di Pakistan mengatakan sedikitnya 52 orang tewas dan hampir 70 luka-luka setelah seorang tersangka pembom meledakkan dirinya di tengah kerumunan orang. orang-orang merayakan Maulid Nabi Muhammad di barat daya negara itu. (AP Photo/Arshad Butt)
Foto: Ilustrasi Pakistan (AP/Arshad Butt)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemberontak melakukan serangan terkoordinasi di Pakistan, tepatnya provinsi Balochistan, sejak Sabtu. Akibatnya dilaporkan 250 orang tewas, dengan pertempuran terus berlanjut hingga saat ini antara pasukan pemerintah dan militan.

"Pada Rabu (4/2/2026), 197 teroris telah tewas dalam operasi kontra-terorisme yang sedang berlangsung," ujar seorang pejabat yang enggan disebut namanya, dimuat AFP.

"Setidaknya 36 warga sipil dan 22 personel keamanan tewas selama serangan," tambah laman itu masih mengutip sumber yang sama.

Pakistan, negara dengan penduduk Muslim terbesar kedua dunia, telah memerangi pemberontakan separatis Baloch selama beberapa dekade. Pemberontak menamai diri mereka Tentara Pembebasan Baloch (BLA).

Serangan bersenjata sering dilakukan BLA ke pasukan keamanan, warga negara asing, dan warga Pakistan non-lokal. Pekerja perusahaan energi juga kerap menjadi korban di provinsi kaya mineral yang berbatasan dengan Afghanistan dan Iran tersebut.

Kelompok tersebut telah ditetapkan oleh Amerika Serikat (AS) sebagai organisasi teroris. Tahun lalu, kelompok itu menyerang sebuah kereta api yang membawa 450 penumpang, memicu pengepungan mematikan selama dua hari.

"Semua distrik yang diserang telah dibersihkan," kata Menteri Utama Balochistan, Sarfraz Bugti, dalam konferensi pers.

"Kami mengejar mereka, kami tidak akan membiarkan mereka pergi begitu saja," katanya.

(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Duh! Negara Ini Sadap Massal Warganya Pakai Teknologi China dan Barat


Most Popular
Features