Freeport Incar Produksi Emas 40 Ton pada 2027, Ini Strateginya
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia (PTFI) terus berupaya meningkatkan produksi emas dalam beberapa tahun mendatang. Hal ini didukung oleh pemulihan operasional tambang Grasberg Block Cave (GBC) yang sempat dilanda insiden tanah longsor beberapa waktu lalu.
SVP Government Relation PTFI, Harry Pancasakti menuturkan, pihaknya berharap dapat memproduksi emas sekitar 40 ton per tahun mulai 2027. Angka ini berpotensi terealisasikan apabila proses pemulihan tambang GBC berjalan lancar.
"Kuncinya adalah mitigasi recovery dari tambang GBC itu tadi. Kita harapkan nanti di tahun 2027, 2028, 2029 kita akan kembali untuk emas berada di kisaran atau produksi sekitar 40 ton per tahun," ungkap dia dalam acara Gold Outlook 2026 CNBC Indonesia, Jumat (30/1/2026).
Dia menambahkan, saat ini PTFI berupaya mengejar ketertinggalan kemampuan dalam memproduksi emas. Sebagai pengingat, PTFI mampu memproduksi 33 ton emas pada 2025, yang mana 16 ton di antaranya berupa emas batangan. Produksi yang dilakukan perusahaan ini pada tahun lalu merupakan kombinasi antara konsentrat dan emas batangan.
Sedangkan untuk tahun 2026, PTFI berharap dapat memproduksi emas sebesar jumlah yang biasa dijual perusahaan tersebut di pasar domestik. Mengingat, tambang bawah tanah GBC sudah mendapat restu dari pemerintah untuk beroperasi kembali secara parsial mulai kuartal I-2026.
"Tahun 2026 ini kita expect dengan rencana proyeksi ramped up tambang GBC tadi. Kita bisa produksi sekitar yang kita jual dari domestik. Kita prioritas ke domestik, dan kita sangat-sangat mendukung untuk ini bisa diserap oleh domestik. Itu semuanya sekitar 26 ton," tandasnya.
[Gambas:Video CNBC]