MARKET DATA

Imbas Ada Longsoran, Produksi Bijih Tembaga Freeport Masih 30%

Elga Nurmutia,  CNBC Indonesia
02 February 2026 17:44
Senior Vice President Government Relation PT Freeport Indonesia, Harry Pancasakti menyampaikan paparan dalam acara Gold Outlook 2026 di Menara Bank Mega, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Senior Vice President Government Relation PT Freeport Indonesia, Harry Pancasakti menyampaikan paparan dalam acara Gold Outlook 2026 di Menara Bank Mega, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia (PTFI) menyatakan kapasitas produksi konsentrat Freeport masih di level 30% imbas terjadi longsor di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada September 2025. Senior Vice President (SVP) Government Relation PTFI, Harry Pancasakti menyampaikan, GBC diharapkan bisa kembali beroperasi pada akhir kuartal I-2026 dan pulih secara bertahap.

"Insya Allah akhir kuartal I-2026, secara parsial mengoperasikan tambang GBC sehingga mulai akhir Kuartal I-2026 sampai akhir Desember 2026 produksi," ungkap Harry dalam Gold Outlook 2026, CNBC Indonesia, Jumat (30/1/2026).

Freeport juga menargetkan bisa menjual sebanyak 26 ton emas batangan ke domestik pada tahun 2026. Harry mengatakan menjaga produksi dengan mitigasi tambang GBC, sehingga diharapkan 2027, 2028, dan 2029 produksi perusahaan bisa bisa di kisaran 40 ton per tahun.

Harry mengatakan bahwa sejatinya sebelum terjadinya longsor di tambang GBC, Freeport mengoperasikan tiga tambang bawah tanah, termasuk DMLZ dan Big Gossan. Dampak longsor GBC, PTFI hanya mampu memproduksi emas sekitar 16 ton emas batangan.

Menurutnya angka tersebut jauh dari kapasitas normal, namun Harry memastikan bahwa akan ada peningkatan produksi pada 2026. Apalagi Freeport Indonesia juga telah menyiapkan langkah mitigasi dan juga mendapat rekomendasi dari pemerintah, tim pakar, dan juga tim independen untuk mitigasi ke depan.

"Kuncinya mitigasi tambang GBC diharapkan 2027, 2028, 2029 kita kembali memproduksi emas pada kisaran 40 ton per tahun," rinci Harry.

Ke depannya PTFI juga akan bekerja sama dengan Antam untuk memenuhi kebutuhan domestik. Sebelumnya, dalam laporan resmi Freeport McMoRan (FCX) memproyeksikan selain emas, penjualan tembaga konsolidasi dari PTFI diperkirakan akan menyentuh angka 0,9 miliar pon pada tahun ini. Angka proyeksi tersebut tercatat lebih rendah jika dibandingkan dengan realisasi penjualan tahun 2025 yang mencapai 1,2 miliar pon tembaga dan 1,1 juta ons emas.

Tahun ini, volume produksi tembaga dan emas diprediksi akan lebih tinggi daripada volume penjualannya. Hal tersebut karena adanya mekanisme penahanan persediaan (inventory) di fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) milik PTFI yang menyebabkan sebagian hasil produksi belum bisa langsung dibukukan sebagai penjualan.

"Untuk tahun 2026, volume produksi tembaga dan emas diperkirakan akan melebihi volume penjualan, mencerminkan penundaan sekitar 100 juta pon tembaga dan 100 ribu ons emas yang terkait dengan persediaan yang disimpan di operasi peleburan PTFI," tulis laporan tersebut.

(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Komut MIND ID Buka-Bukaan Soal Perpanjangan Izin Tambang Freeport


Most Popular
Features