MARKET DATA

OJK Minta Investor Tetap Tenang, Jabarkan Penyebab IHSG Masih Koreksi

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
02 February 2026 17:19
Pejabat pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi (tengah) saat konferensi pers di BEI, Jakarta, Senin (2/2/2026). (CNBC Indonesia/Romys Binekasari)
Foto: Pejabat pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi (tengah) saat konferensi pers di BEI, Jakarta, Senin (2/2/2026). (CNBC Indonesia/Romys Binekasari)

Jakarta, CNBC Indonesia — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membaca tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Senin (2/2/2026) akibat rebalancing portofolio yang dilakukan investor. 

Selain itu pasar di kawasan juga mengalami penurunan seiring dengan harga emas yang mengalami koreksi. Tercatat Kospi di Korea turun 5,26%, Nikkei di Jepang turun 1,25%, dan Hang Seng di Hong Kong merosot 2,23%. 

Pjs Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan bahwa saat ini di pasar saham Indonesia yang mengalami koreksi dalam adalah saham-saham yang secara harga sudah naik tinggi. "Saham-saham yang fundamental bagus naik, investor melihat fundamental bagus naik hari ini," katanya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (2/2/2026).

Dia memastikan, OJK dan Bursa Efek Indonesia akan menjaga perdagangan wajar dan teratur. Dia mengimbau investor untuk tetap tenang dan tidak panik. 

Friderica atau Kiki juga mengatakan bahwa fundamental ekonomi sangat baik dan prospek ke depan juga positif. Dengan demikian investasi jangka panjang di saham yang memiliki fundamental merupakan pilihan yang bijak. "OJK, SRO doing our job memastikan semua dilaksanakan dengan baik," katanya. 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di zona merah hari ini, Senin (2/2/2026). Indeks ditutup turun 4,88% atau -406,88 poin ke level 7.922,73.
Sebanyak 753 saham turun, 142 tidak bergerak, dan hanya 63 yang naik. Nilai transaksi mencapai Rp 29,12 triliun, melibatkan 48,09 miliar saham dalam 2,89 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar berada di level Rp 14.240 triliun.

Kendati menutup perdagangan di zona merah, IHSG berhasil memangkas koreksi pada akhir perdagangan. Sepanjang hari, indeks bergerak di zona koreksi -5%, bahkan sempat turun lebih dari 6% dan menyentuh level 7.820,23.

Mengutip Refinitiv, seluruh sektor berada di zona merah. Bahan baku turun paling dalam dengan penurunan -11,71%. Kemudian diikuti oleh energi -9,21%, konsumer non-primer -8,64%, properti -8,61%, industri -5,5%, utilitas -5,33%, teknologi -5,08%. Sisanya, konsumer primer hingga kesehatan turun kurang dari 2%.

Emiten Prajogo Pangestu menjadi pemberat utama dengan kontribusi empat saham yang masuk dalam Top 10 laggard. Secara total, Barito Pacific (BRPT), Barito Renewables Energy (BREN), Chandra Asri Pacific (TPIA), dan Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) menyumbang bobot -61,38 indeks poin.

(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Menjelang Long Weekend, IHSG Melemah Dibayangi Aksi Jual Asing


Most Popular
Features