MARKET DATA
Internasional

Tetangga RI Gas Pertumbuhan Lewat 'Ekonomi Kucing', Cuan Rp 186,4 T

Tommy Patrio Sorongan,  CNBC Indonesia
02 February 2026 15:30
A cat stands after being fed by a local resident in Istanbul, Turkey, January 11, 2018. REUTERS/Goran Tomasevic  SEARCH
Foto: Kucing (REUTERS/Goran Tomasevic)

Jakarta, CNBC Indonesia - Fenomena unik tengah melanda Thailand. Pasar pecinta kucing tumbuh sangat pesat hingga pemerintah secara resmi mengakui hewan berbulu ini sebagai salah satu pilar utama penggerak ekonomi nasional.

Tren ini bahkan melampaui dominasi industri hewan peliharaan lainnya di tengah lesunya sektor pariwisata yang selama ini menjadi tulang punggung Negeri Gajah Putih. Berdasarkan data terbaru dari N.C.C. Management & Development, selaku penyelenggara pameran dagang terkait kucing di Thailand, nilai pasar kucing tahunan di negara tersebut kini telah menyentuh angka fantastis sebesar 367,8 miliar baht atau setara dengan Rp186,4 triliun (asumsi kurs Rp506/baht).

Skala ekonomi ini secara mengejutkan dan berhasil menyalip pasar anjing yang berada di angka 226,8 miliar baht atau sekitar Rp114,8 triliun. Lonjakan ini didorong oleh pengeluaran pemilik kucing yang sangat royal, rata-rata biaya yang dihabiskan untuk satu ekor kucing berkisar antara 3.500 baht hingga 6.800 baht, atau setara Rp1,77 juta sampai Rp3,44 juta per bulan.

Angka ini melampaui rata-rata pengeluaran untuk anjing yang hanya sebesar 3.500 baht hingga 5.500 baht atau sekitar Rp1,77 juta sampai Rp2,78 juta. Pertumbuhan pasar kucing diprediksi akan terus mengungguli anjing secara signifikan mulai tahun 2025.

Pergeseran gaya hidup masyarakat urban menjadi pemicu utama meledaknya populasi kucing peliharaan. Seiring dengan pertumbuhan populasi perkotaan yang mengurangi ketersediaan ruang tinggal, semakin banyak rumah tangga yang memilih memelihara kucing karena dianggap lebih praktis dan mudah dirawat di hunian vertikal dibandingkan anjing.

Hal ini memicu menjamurnya kafe kucing, hotel hewan, pakaian khusus, hingga permintaan obat-obatan dan makanan premium. Melihat potensi yang begitu masif, Pemerintah Thailand mulai menjadikan "Cat Economy" sebagai strategi ekonomi nasional.

Pada November lalu, pemerintah secara resmi menetapkan lima spesies kucing asli Thailand, yaitu Siamese, Suphalak, Korat, Konja, dan Khao Manee, sebagai simbol nasional. Dalam sebuah pernyataan resmi, pemerintah menyatakan bahwa kelima ras itu bukanlah ras kucing biasa.

"Kelima ras kucing tersebut telah menjadi bagian integral bagi kepercayaan, adat istiadat, kearifan lokal, dan praktik budaya Thailand," ujar pemerintah Thailand dikutip Nikkei Asia, Senin (2/1/2026), seraya menegaskan bahwa menjadikan mereka simbol nasional berkontribusi pada pelestarian ras sekaligus "menciptakan peluang bagi pertumbuhan ekonomi."

Fenomena ini menjadi angin segar bagi Thailand yang ekonominya tengah berjuang akibat penurunan sektor pariwisata sebesar 7,2% pada tahun 2025. Ini dipicu oleh sentimen negatif terkait pusat penipuan (scam centers) dan penguatan nilai tukar baht.

(tps/sef)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Ekonomi Tumbuh 5,04%, Ini Respon Prabowo


Most Popular
Features