Ledakan Maut Hantam Iran, Bangunan Rusak Parah-Korban Berjatuhan
Jakarta, CNBC Indonesia - Ledakan yang terjadi di sebuah bangunan di kota pelabuhan Bandar Abbas, Iran selatan, pada Sabtu (31/1) dilaporkan disebabkan oleh kebocoran gas. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran setempat, Mohammad Amin Liaqat, berdasarkan penilaian awal.
Media pemerintah Iran menyebutkan sedikitnya dua orang tewas dan 14 lainnya luka-luka akibat ledakan tersebut.
"Ini (kebocoran gas) adalah penilaian awal. Rekan-rekan saya akan memberikan rincian lebih lanjut dalam beberapa jam ke depan," ujar Mohammad dalam sebuah video yang dipublikasikan kantor berita semi-resmi Mehr, dikutip dari Reuters, Minggu (1/2/2026).
Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan kerusakan parah pada bangunan dan kendaraan di sekitar lokasi kejadian.
Reuters mengonfirmasi lokasi ledakan melalui analisis citra satelit dan arsip visual, meski belum dapat memastikan waktu perekaman video tersebut.
|
Pilihan Redaksi
|
Selain di Bandar Abbas, ledakan gas lain juga dilaporkan terjadi di kota Ahvaz, dekat perbatasan Irak. Media pemerintah Tehran Times menyebutkan empat orang tewas dalam insiden tersebut, namun belum ada rincian tambahan yang disampaikan.
Serangkaian ledakan ini memperkuat suasana tegang di Iran, seiring meningkatnya tekanan dari Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa sebuah "armada" sedang bergerak menuju Iran dan dilaporkan tengah mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk serangan terbatas terhadap target keamanan Iran.
Di sisi lain, pejabat keamanan senior Iran, Ali Larijani, menyatakan bahwa upaya penyusunan kerangka negosiasi dengan Amerika Serikat masih berjalan. Ia menilai ketegangan yang berkembang sebagian dipicu oleh perang opini di media.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya menuduh Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara Eropa memanfaatkan kesulitan ekonomi Iran untuk memicu ketidakstabilan. Sementara itu, kantor berita Tasnim membantah laporan yang menyebut ledakan di Bandar Abbas menargetkan pejabat Garda Revolusi Iran.
Bandar Abbas merupakan pelabuhan strategis Iran di Selat Hormuz, jalur penting perdagangan minyak global. Wilayah ini sebelumnya juga pernah mengalami ledakan besar pada April tahun lalu yang menewaskan puluhan orang.
Iran sendiri masih menghadapi dampak dari aksi protes nasional sejak Desember akibat tekanan ekonomi. Kelompok HAM HRANA mencatat 6.500 orang tewas dalam rangkaian protes itu, termasuk ratusan personel keamanan.
(fab/fab)[Gambas:Video CNBC]