MARKET DATA

Konsumsi Listrik RI di 2025 Tumbuh 3,75%

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
01 February 2026 13:45
Ilustrasi petugas PLN tengah melakukan proses penambahan daya listrik di rumah pelanggan. (Dok. PLN (Persero)
Foto: Ilustrasi petugas PLN tengah melakukan proses penambahan daya listrik di rumah pelanggan. (Dok. PLN (Persero)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT PLN (Persero) mencatat konsumsi listrik nasional sepanjang 2025 mengalami pertumbuhan positif, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha.

PLN melaporkan, penjualan listrik sebesar 317,69 terawatt hour (TWh), tumbuh 3,75% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan 2024 yang mencapai 306,22 TWh.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, peningkatan konsumsi listrik tersebut didukung oleh kebijakan pemerintah serta sinergi lintas lembaga dalam menjaga ketahanan sektor ketenagalistrikan, di tengah tekanan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global.

Menurut Darmawan, transformasi yang dijalankan PLN sejak 2020 turut memperkuat kesiapan perusahaan dalam merespons pertumbuhan permintaan listrik secara berkelanjutan.

Transformasi tersebut mencakup penyederhanaan proses bisnis hingga penguatan budaya kerja yang lebih adaptif dan berorientasi pada pelanggan.

"Transformasi membuat PLN semakin responsif terhadap dinamika global sekaligus mampu menghadirkan layanan listrik yang lebih andal dan berkualitas bagi masyarakat," ujar Darmawan dalam keterangan resmi, Minggu (1/2/2026).

Dari sisi segmen, Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto menjelaskan bahwa pertumbuhan konsumsi listrik sepanjang 2025 ditopang oleh sektor rumah tangga, industri, dan bisnis yang menjadi kontributor utama penjualan listrik nasional.

Sektor rumah tangga tercatat sebagai penyumbang terbesar dengan konsumsi mencapai 133,41 TWh pada 2025. Angka ini tumbuh 3,2% YoY atau meningkat 4,09 TWh dibandingkan tahun sebelumnya, serta berkontribusi sekitar 41,99% terhadap total penjualan listrik nasional.

Sementara itu, konsumsi listrik sektor industri mencapai 93,35 TWh atau tumbuh 2,5% YoY setara 2,31 TWh. Pertumbuhan tersebut didorong oleh industri makanan dan minuman, besi, baja dan logam, serta barang galian bukan logam.

Adapun sektor bisnis mencatat konsumsi listrik sebesar 60,74 TWh, meningkat 5,4% YoY atau bertambah 3,11 TWh. Kenaikan ini dipicu oleh pertumbuhan permintaan dari sektor data center, pusat perbelanjaan, perdagangan non-otomotif, serta pergudangan dan logistik.

Selain pertumbuhan konsumsi, PLN juga mencatat penambahan 3,29 juta pelanggan baru sepanjang 2025. Hingga Desember 2025, total pelanggan PLN mencapai 96,2 juta.

Adi menilai, peningkatan jumlah pelanggan dan konsumsi listrik mencerminkan aktivitas ekonomi nasional yang semakin masif.

"Ke depan, PLN berkomitmen terus mengoptimalkan infrastruktur dan layanan kelistrikan untuk menjawab kebutuhan energi yang semakin berkembang," pungkasnya.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Dirut PLN Temui Purbaya, Beri Bocoran Efek Nyata Dana Rp200 T!


Most Popular
Features