Harga Terus Meroket, Bos Pegadaian Kasih Tips Membeli Emas
Jakarta, CNBC Indonesia - Peluang untuk meraih keuntungan dari investasi emas masih sangat terbuka, mengingat harganya terus melonjak hingga saat ini. Untuk itu PT Pegadaian mengimbau agar masyarakat tetap hati-hati dan bijak dalam berinvestasi emas.
Direktur Utama Pegadaian, Damar Lastri Setiawan menuturkan, harga emas masih sangat berpotensi melanjutkan tren kenaikannya pada 2026 seiring ketidakpastian geopolitik global yang belum kunjung mereda. Selain itu, arah harga emas juga akan dipengaruhi oleh dinamika kebijakan suku bunga acuan The Fed.
Di tengah euforia kenaikan harga emas, Damar mengingatkan masyarakat supaya melihat kembali profil risikonya ketika hendak berinvestasi emas. Mengingat, produk emas dapat dibeli dengan beragam ukuran dan harga yang berbeda-beda.
"Kemudian bisa jadi mau (beli emas) fisik, mau digital. Bisa jadi kalau dia masih belum percaya emas digital, ayo pakai fisik, ada itu kan. Ya cari yang fisik. Mau digital silahkan digital, yang bisa di fisikkan juga ada," ujar dia dalam acara Gold Outlook 2026 CNBC Indonesia, Jumat (30/1/2026).
Di samping itu, Damar juga berharap masyarakat menghindari sikap FOMO atau Fear of Missing Out saat terjun ke investasi emas. Sebenarnya, boleh saja masyarakat ikut-ikutan membeli emas mengingat investasi pada instrumen tersebut memang sedang ramai. Namun, kembali lagi, masyarakat harus memahami terlebih dahulu produk emas secara mendalam, termasuk risiko yang bakal dihadapinya ketika membeli produk tersebut.
Damar juga mengingatkan agar masyarakat tetap bersikap kritis terhadap informasi-informasi terkait investasi emas. Pasalnya, pada masa sekarang sudah banyak sekali influencer yang terkadang hanya memberi informasi setengah-setengah seputar investasi emas, sehingga bisa menciptakan sesuatu yang tidak pas.
Tak hanya itu, Damar turut menekankan kepada masyarakat untuk tidak hanya fokus pada satu instrumen investasi saja. Dalam hal ini, masyarakat perlu melakukan diversifikasi portofolio ke beberapa produk investasi dengan potensi keuntungan dan risiko yang berbeda-beda.
"Dan tentunya juga kalau dalam investasi ya portofolio investasi perlu diperhatikan. Tidak harus semua pindah ke emas," tandas dia.
[Gambas:Video CNBC]