MARKET DATA
Internasional

Kenaikan Harga Emas "Makan Korban" di Vietnam

sef,  CNBC Indonesia
30 January 2026 13:02
Ini 8 Perusahaan RI Punya “Gudang” Emas Terbesar, Siapa Jadi Raja?
Foto: Emas (Infografis/Aristya Rahadian)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kenaikan harga emas ternyata "memakan korban" di Vietnam. Hal ini setidaknya terjadi pada Trinh Tat Thang, yang menyaksikan kenaikan emas global dengan rasa takut yang makin meningkat.

Orang Vietnam memiliki tradisi panjang menyimpan kekayaan mereka dalam emas. Lalu ada praktik paralel "meminjam aset" tersebut dari kerabat untuk membangun rumah, alih-alih mendapatkan pinjaman uang tunai dari bank.

Tentu utang tersebut pun harus dibayar kembali. Dan, bukan dengan dengan uang tunai, tapi dengan emas lagi, di jumlah yang sama.

Thang mengaku, dulu anggota keluarganya meminjamkan empat batangan emas satu luong, satuan standar Vietnam yang setara dengan 1,2 ons troy, untuk memulai pembangunan rumahnya pada tahun 2022. Pada saat itu, nilainya sekitar US$10.000 (sekitar Rp 167 juta) di pasar lokal.

Namun saat ini, harga emas telah naik hampir tiga kali lipat. Sekarang ia berutang lebih dari US$29.000.

"Saya benar-benar tidak tahu kapan dan bagaimana saya dapat melunasi utang-utang ini," kata pria berusia 44 tahun itu, yang berpenghasilan kurang dari $700 per bulan dari pekerjaannya di bidang pemasaran farmasi, sebagaimana dimuat AFP, Jumat (30/1/2026).

"Harga emas yang sangat tinggi ini membuat saya sangat khawatir," kata Thang.

Kenaikan harga emas yang luar biasa, yang mencapai US$5.000 per ons untuk pertama kalinya pada hari Minggu, telah membawa keuntungan tak terduga bagi jutaan warga yang memiliki batangan dan cincin berstempel yang dianggap sebagai simbol keberuntungan. Namun, hal itu juga memicu gelombang spekulasi, membuat hadiah pernikahan tradisional menjadi tidak terjangkau bagi banyak orang, dan hampir mengakhiri sistem gadai emas informal.

Meskipun terjadi peningkatan pesat dalam investasi properti dan mata uang kripto baru-baru ini, banyak keluarga Vietnam masih menganggap emas fisik sebagai tempat teraman untuk menyimpan tabungan mereka. Batang emas, cincin, dan kalung dapat diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai hadiah pernikahan atau warisan sekaligus perlindungan terhadap inflasi.

"Mungkin tidak banyak orang di negara ini yang mau meminjam emas saat ini," kata Thang.

"Saya punya rumah yang bagus, tetapi juga utang yang sangat besar. Itu tidak sepadan," tegasnya.

Perlu diketahui, Vietnam tidak memiliki bursa emas nasional, dan bank-bank domestik tidak menawarkan akses individu ke platform perdagangan online untuk logam mulia. Batang dan cincin emas diperdagangkan dengan harga premium di atas harga dunia di toko-toko emas dan perhiasan di seluruh negeri, di mana emas batangan yang dihiasi naga dijual bersamaan dengan perhiasan emas berornamen yang bertatahkan mutiara dan rubi.

Permintaan telah melonjak seiring dengan harga pasar, dan pembeli yang bersemangat mengantre setiap hari untuk mendapatkan kesempatan membeli apa yang mereka harapkan akan menjadi aset yang nilainya terus meningkat. Banyak toko perhiasan di ibu kota Vietnam mengatakan mereka sering kehabisan stok, dan beberapa pembeli bersedia membayar tunai sekarang untuk emas yang baru akan dikirim beberapa minggu kemudian.

(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Harga Emas Terus Cetak Rekor Baru, Tembus USD 3.600/Oz


Most Popular
Features