Siap Siaga Cuaca Ekstrem, Ini Jurus Kemendag Amankan Pangan Ramadan
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong agar dilakukan percepatan distribusi barang kebutuhan pokok (bapok) ke berbagai daerah, untuk mengantisipasi potensi gangguan akibat cuaca ekstrem menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H. Langkah ini ditempuh agar stok tetap aman dan harga stabil saat permintaan masyarakat meningkat.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal S Shofwan mengatakan, faktor cuaca pada Februari-Maret 2026 menjadi perhatian utama pemerintah dalam menjaga kelancaran pasokan.
"Terkait dengan distribusi, faktor yang perlu menjadi perhatian adalah cuaca pada Februari dan Maret 2026. Kami sepakat, semua distributor termasuk Bulog dan ID Food agar sudah melancarkan pendistribusian bapok ke semua daerah di Indonesia (sebelum HBKN)," kata Iqbal dalam keterangannya, dikutip Jumat (30/1/2026).
Mengacu informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca pertengahan Februari hingga awal Maret 2026 perlu diwaspadai, terutama di Sumatra, Sulawesi, dan Papua. Karena itu, penyaluran bapok ke wilayah-wilayah tersebut dipercepat agar stok tersedia saat periode puasa dan Lebaran.
Untuk mendukung distribusi antarpulau, khususnya ke Indonesia Timur, Kemendag menekankan pentingnya dukungan logistik dan pemanfaatan tol laut. Koordinasi juga dilakukan dengan Kementerian Perhubungan, termasuk inventarisasi kontainer untuk penugasan distribusi.
Selain distribusi, Kemendag juga menyoroti perkembangan harga minyak goreng merek pemerintah, Minyakita. Implementasi Permendag Nomor 43 Tahun 2025 dinilai mulai berdampak pada harga di pasar. Aturan itu mengalokasikan 35% Domestic Market Obligation (DMO) minyak goreng sawit untuk kebutuhan rakyat.
"Harga rata-rata nasional Minyakita saat ini Rp16.500 per liter, lebih rendah dibandingkan minggu sebelumnya. Kami harapkan jika (DMO minyak goreng) sudah berjalan optimal di akhir bulan ini, HET bisa tercapai sesuai dengan yang kita sepakati bersama," ujarnya.
Dari sisi komoditas lain, stok telur ayam nasional dilaporkan dalam kondisi surplus. Kemendag mengimbau dinas perdagangan daerah berkoordinasi dengan asosiasi peternak bila membutuhkan pasokan.
"Jika misalnya ada dinamika terkait dengan ketersediaan stok telur, silakan hubungi kami atau langsung kepada Asosiasi Peternak Ayam Petelur Indonesia (Pinsar Petelur Nasional)," ujar Iqbal.
Kemendag juga meminta pemerintah daerah mengintensifkan pemantauan harga dan stok, memperkuat kerja sama perdagangan antardaerah, serta berkoordinasi dengan Bulog dan BUMN pangan. Sinergi lintas kementerian, lembaga, BUMN, asosiasi, dan pelaku usaha dinilai penting untuk menjaga kelancaran pasokan bapok dan barang penting lain seperti LPG, sekaligus memastikan komunikasi publik yang kondusif menjelang hingga setelah Lebaran.
(dce)