Buktikan Rombak Pejabat Bea Cukai, Purbaya: Jangan Main-main Lagi!
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuktikan pernyataannya terkait dengan perombakan jajaran pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC).
Tercatat ada 31 pejabat DJBC yang dilantik, mulai dari level Direktur, Kepala Kantor Wilayah hingga pelabuhan.
Purbaya menegaskan bahwa jabatan tersebut harus diemban dengan pikiran jernih serta hati yang tulus. Pasalnya amanah tersebut merupakan kepercayaan pemerintah dan masyarakat. Sehingga Purbaya menekankan bahwa ekspektasinya adalah kerja serius dan menjaga integritas.
"Jadi arah dan ekspektasinya adalah kerja serius dan jaga integritas," tegas Purbaya saat pelantikan di Kantor Kemenkeu, Jakarta pada Rabu (28/1/2026).
Purbaya juga menegakkan bahwa pelantikan ini bukanlah sekedar seremonial tapi merupakan kepercayaan publik.
"Pengangkatan jabatan itu rutinitas. Tapi sore ini jangan lihat ini sebagai seremoni administratif semata. Ini tugas negara dan kepercayaan publik yang dititipkan di pundak saudara-saudara sekalian dan akan dimintai pertanggungjawaban, kepemimpinan, etika, serta kinerja," tegasnya.
Dirinya mengatakan tidak segan untuk kembali merotasi jabatan di DJBC jika mengecewakan. "Ke depan kita tidak boleh main-main lagi Karena di posisi yang baru akan dimonitor dengan ketat dan kalau ada hal yang mengecewakan. Jangan main-main lagi, saya akan atur ulang lagi," tegas Purbaya.
Ia kembali menekankan bahwa kerja khususnya di bawah dirjen bea dan cukai harus serius dan lebih dalam. "Jadi kalau saya ngomong sekali, jangan dianggap saya lupa, saya akan ingat terus. Kalau misalnya saya bilang balpres di proses dong sampai pemainnya," kata Purbaya.
Purbaya juga mengatakan bahwa bea dan cukai ada di garis depan untuk melindungi potensi pendapatan negara. Dirinya memberikan atensi khusus kepada pasar dalam negeri yang digerus oleh perdagangan ilegal.
"Jadi kita semua berada di lini terdepan untuk menjaga pasar dalam negeri dan domestic demand dari persaingan yang tidak fair, dari perusahaan-perusahaan yang beropasi dari luar negeri. Kalau kita tidak bisa jaga, Cukai saya turun pajak saya juga turun, saya rugi. Kita semua dirugikan," tegas Purbaya.
(mij/mij)