MARKET DATA
Internasional

Xi Jinping Sikat Jenderal Penting China, AS Kehilangan "Orang Dalam"

luc,  CNBC Indonesia
29 January 2026 07:00
Zhang Youxia, Vice Chairman of the CPC Central Military Commission, attends a meeting with White House national security adviser Jake Sullivan, unseen, during a meeting at the Bayi building in Beijing, Thursday, Aug. 29, 2024.     Ng Han Guan/Pool via REUTERS
Foto: via REUTERS/Ng Han Guan
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat dibuat pusing setelah kehilangan salah satu kontak terpentingnya di jajaran tertinggi militer China menyusul jatuhnya salah satu jenderal paling senior di negara tersebut. Situasi ini membuat Washington menghadapi Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) yang makin kekurangan figur berpengalaman dan stabil dalam struktur komandonya.

Kementerian Pertahanan China pada Sabtu (24/1/2026) mengumumkan bahwa Zhang Youxia, orang nomor dua di bawah Presiden Xi Jinping sebagai wakil ketua Komisi Militer Pusat (Central Military Commission/CMC), tengah menjalani penyelidikan. Kasus ini menjadi pembersihan terbaru dan paling menonjol di jajaran tertinggi militer China, di tengah kampanye Xi memberantas korupsi di tubuh angkatan bersenjata.

Bagi AS, kejatuhan Zhang menjadi kehilangan besar karena ia merupakan sosok yang dikenal luas dan dihormati di lingkungan militer China. Sejumlah mantan pejabat senior AS mengatakan kepada Reuters bahwa pencopotan Zhang benar-benar mengejutkan mereka.

Selama bertahun-tahun, Washington berupaya membangun komunikasi tingkat tinggi dengan militer China demi mencegah salah perhitungan antara dua kekuatan militer terbesar dunia. Zhang termasuk figur kunci dalam upaya tersebut.

Xi sempat mengizinkan Zhang menjalin komunikasi dengan AS pada masa pemerintahan Presiden Joe Biden, setelah sebelumnya China memutus hampir seluruh kontak militer-ke-militer selama 17 bulan. Pemutusan hubungan itu terjadi usai kunjungan Ketua DPR AS saat itu, Nancy Pelosi, ke Taiwan.

Dalam sistem politik China, Zhang bahkan memiliki posisi lebih tinggi dibanding menteri pertahanan. Hubungan tingkat tinggi tersebut dipandang sebagai jalur penting yang masih terbuka untuk dialog lebih lanjut.

Figur Berpengalaman di Lingkaran Xi

Zhang dikenal sebagai salah satu dari sedikit perwira senior China yang memiliki pengalaman tempur langsung, termasuk saat invasi China ke Vietnam pada akhir 1970-an. Di mata pejabat AS, ia dianggap sebagai penasihat militer yang kompeten bagi Xi, yang memimpin CMC.

Kini, komisi tersebut hanya diisi oleh satu jenderal, yakni Zhang Shengmin, yang merupakan komisaris politik karier.

"Siapa yang akan dipanggil Xi Jinping saat krisis jika hanya ada satu orang di komisinya?" ujar Drew Thompson, peneliti senior di S. Rajaratnam School of International Studies di Singapura, yang pernah berinteraksi langsung dengan Zhang saat menjadi pejabat pertahanan AS.

Thompson mengatakan ia meyakini Zhang adalah satu-satunya perwira aktif PLA yang mampu memberi Xi gambaran objektif mengenai kekuatan dan kelemahan militer China, termasuk biaya manusia dari sebuah konflik.

"Ada risiko Xi Jinping mendapat nasihat buruk dari para penjilat yang hanya mengatakan apa yang ingin ia dengar," kata Thompson. "Itu menciptakan risiko salah perhitungan."

Akses untuk AS

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth diketahui telah beberapa kali melakukan pembicaraan dengan Menteri Pertahanan China Dong Jun sejak September. Namun, Dong tidak duduk di CMC.

Pembicaraan tersebut merupakan bagian dari upaya AS untuk memperbaiki komunikasi dengan China terkait modernisasi militer, pembangunan senjata nuklir, serta sikap China yang semakin agresif terhadap sekutu AS di kawasan Indo-Pasifik.

Meski demikian, para pejabat AS sejak lama menilai hubungan dengan wakil ketua CMC jauh lebih penting dibanding dengan kementerian pertahanan China, yang tidak memiliki otoritas komando langsung atas militer.

Di antara para jenderal senior China, Zhang merupakan figur yang cukup dikenal oleh Washington. Ia pernah mengikuti delegasi militer selama sepekan ke Amerika Serikat pada Mei 2012, saat masih berpangkat lebih rendah.

David Stilwell, mantan jenderal Angkatan Udara AS yang pernah menjabat diplomat utama untuk Asia Timur pada pemerintahan Trump pertama, mengenang bahwa Zhang adalah satu-satunya perwira China yang ingin terbang menggunakan pesawat Osprey milik militer AS dalam kunjungan tersebut.

"Dia sangat berbeda dari rekan-rekannya di PLA. Dia bisa sangat cocok di militer AS," kata Stilwell. Ia menambahkan bahwa Zhang antusias berbincang dengan prajurit AS, mencoba senjata Amerika, dan terlihat sebagai tentara profesional, bukan tentara politis.

Namun, Stilwell juga mengakui bahwa pertemuan tingkat tinggi dengan jenderal CMC biasanya bersifat formal dan terbatas. Tanpa Zhang, kekhawatirannya adalah PLA akan makin percaya pada narasi internal bahwa mereka siap untuk "petualangan Taiwan."

"Saya pikir yang hilang dengan kepergian Zhang Youxia adalah suara akal sehat," ujar Stilwell.

Risiko Salah Nasihat

Kontak langsung antara pejabat senior AS dengan jenderal CMC tergolong jarang selama dua dekade terakhir. Penasihat keamanan nasional pemerintahan Biden, Jake Sullivan, tercatat sebagai pejabat senior AS terakhir yang bertemu Zhang, dalam pertemuan di Beijing pada Agustus 2024.

Eric Hundman, pakar militer China di konsultan keamanan BluePath Labs, mengatakan bahwa pertukaran militer di era Xi, termasuk di level CMC, cenderung sangat terstruktur dan penuh skrip.

"PLA tahu cukup baik kemampuan mereka dan tidak tertarik bergerak ke Taiwan sebelum merasa benar-benar siap. Pertanyaan saya selalu seberapa besar Xi Jinping mendengarkan mereka soal itu," kata Hundman.

"Sejauh dia mendapatkan nasihat yang lebih buruk, itu akan sangat mengkhawatirkan," ujarnya.

 

(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Trump Bakal Telepon Langsung Xi Jinping Besok, Ini yang Dibahas


Most Popular
Features