MARKET DATA
Internasional

Babak Baru dengan China, Trump Sebut Xi Jinping Akan ke AS Tahun Ini

tfa,  CNBC Indonesia
09 February 2026 07:05
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping saat mengadakan pertemuan bilateral di Bandara Internasional Gimhae, di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), di Busan, Korea Selatan, 30 Oktober 2025. REUTERS/Evelyn Hockstein
Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memastikan Presiden China Xi Jinping akan melakukan kunjungan resmi ke negaranya menjelang akhir tahun ini. Kunjungan tersebut disebut sebagai bagian dari upaya kedua negara memperbaiki hubungan bilateral yang sempat memburuk akibat perang dagang berkepanjangan.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan NBC News yang direkam pada Rabu, 4 Februari lalu. Pada hari yang sama, Trump dan Xi juga melakukan pembicaraan langsung yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari perdagangan, Taiwan, perang Rusia-Ukraina, hingga situasi geopolitik di Iran.

"Dia akan datang ke Gedung Putih menjelang akhir tahun," ujar Trump dalam wawancara tersebut, yang sebagian cuplikannya ditayangkan pada Minggu (8/2/2026). Trump menegaskan pentingnya hubungan Washington dan Beijing sebagai dua kekuatan ekonomi terbesar dunia.

"Ini adalah dua negara paling kuat di dunia dan kita memiliki hubungan yang sangat baik," kata Trump, menekankan optimismenya terhadap arah hubungan bilateral kedua negara ke depan.

Sebelum kunjungan Xi ke Washington, Trump juga dikabarkan berencana melakukan lawatan ke China pada April mendatang. Rangkaian kunjungan ini dipandang sebagai sinyal diplomatik untuk menurunkan tensi yang sempat meningkat akibat kebijakan tarif agresif AS terhadap sejumlah produk China.

Sejak kembali menjabat setahun lalu, Trump dikenal sebagai pendukung kuat kebijakan tarif. Pemerintahannya memberlakukan bea masuk khusus sektor pada baja, mobil, dan berbagai komoditas lain, sekaligus memperluas kebijakan tarif demi mencapai tujuan ekonomi dan politik tertentu.

Meski sempat terjadi eskalasi besar pada musim semi lalu, Gedung Putih dan Beijing akhirnya mencapai kesepakatan gencatan senjata dagang. Namun demikian, upaya AS untuk mengurangi ketergantungan pada manufaktur China terus berjalan, meski kedua negara tetap terikat kuat secara ekonomi.

Dari pihak China, Xi Jinping yang terakhir kali mengunjungi AS pada 2023, memperingatkan Trump agar bertindak "dengan hati-hati" terkait penjualan senjata ke Taiwan, wilayah yang berpemerintahan sendiri namun diklaim China sebagai bagian dari teritorinya. Xi juga menegaskan harapannya agar persoalan bilateral, khususnya perdagangan, dapat diselesaikan secara damai.

"Dengan menangani masalah satu per satu dan terus membangun kepercayaan bersama, kita dapat menciptakan jalan yang tepat bagi kedua negara untuk bergaul," ujar Xi, seperti dikutip dari stasiun televisi pemerintah China, CCTV, Senin (9/2/2026).

Sementara itu, Trump menilai pembicaraannya dengan Xi berlangsung positif. "Percakapannya sangat baik, dan kita berdua menyadari betapa pentingnya untuk menjaga agar tetap seperti itu," kata Trump.

Di sisi lain, Amerika Serikat juga mendorong pembicaraan trilateral dengan Rusia dan China terkait penetapan batasan baru senjata nuklir. Namun hingga kini, Beijing masih menolak bergabung dalam negosiasi perlucutan senjata tersebut.

(tfa/tfa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Trump Bakal Telepon Langsung Xi Jinping Besok, Ini yang Dibahas


Most Popular
Features