Internasional

India & Uni Eropa 'Bom' AS-China, Bersatu Tampar Trump-Xi Jinping

sef, CNBC Indonesia
Rabu, 28/01/2026 15:03 WIB
Foto: REUTERS/Dado Ruvic

Jakarta, CNBC Indonesia - India dan Uni Eropa (UE) mengumumkan "kesepakatan terbesar sepanjang masa", Selasa. Ini merujuk ke sebuah pakta perdagangan besar untuk menciptakan pasar dua miliar orang, yang dicapai setelah dua dekade negosiasi.

Para pemimpin UE dan Perdana Menteri (PM) Narendra Modi berharap pakta ini akan membantu melindungi keduanya dari dua ekonomi terkemuka dunia, Amerika Serikat (AS) dan China. Perjanjian tersebut akan memangkas atau menghilangkan tarif pada hampir 97% ekspor Eropa, menghemat hingga US$4,75 miliar (sekitar Rp 79 triliun) setiap tahunnya dalam bea masuk.


"Sebuah kesepakatan terbesar sepanjang masa," kata Modi di ibu kota New Delhi, tempat ia bertemu dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa, dikutip AFP, Rabu (28/1/2026).

"Kesepakatan ini akan membawa banyak peluang bagi 1,4 miliar penduduk India dan jutaan penduduk Uni Eropa," tambah Modi, menyebut perjanjian tersebut "mewakili sekitar 25% dari PDB global, dan sepertiga dari perdagangan global".

UE sendiri terdiri dari 27 negara. Blok itu telah mengincar India, negara terpadat di dunia, sebagai pasar penting untuk masa depan.

"Eropa dan India sedang membuat sejarah hari ini," kata Von der Leyen dalam sebuah pernyataan, sehari setelah ia dan Costa dijamu sebagai tamu kehormatan pada parade Hari Republik India.

"Kami telah menciptakan zona perdagangan bebas bagi dua miliar orang, dengan kedua belah pihak akan mendapatkan manfaat."

Foto: Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Perdana Menteri India Narendra Modi tiba untuk sesi foto sebelum pertemuan mereka di Hyderabad House di New Delhi, India, 28 Februari 2025. (REUTERS/Altaf Hussain/File Photo)

Kesepakatan Ambisius

Para pejabat UE mengatakan kesepakatan itu adalah kesepakatan paling ambisius yang pernah disetujui India. Di mana perusahaan-perusahaan Eropa akan mendapatkan manfaat dari apa yang disebut "keunggulan pelopor".

Sektor pertanian, otomotif, dan jasa utama Eropa berpotensi mendapatkan keuntungan. Namun sektor pertanian yang sensitif seperti daging sapi, beras, dan gula, yang dimasukkan dalam kesepakatan sebelumnya dengan blok Amerika Selatan Mercosur yang memicu kemarahan petani di Eropa, tidak termasuk dalam perjanjian ini.

New Delhi melihat blok Eropa sebagai sumber penting teknologi dan investasi yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan infrastruktur secara cepat dan menciptakan jutaan lapangan kerja baru. Perjanjian ini juga mencakup kemitraan keamanan, yang memberikan "peluang baru" bagi perusahaan pertahanan.

"Kita tidak hanya memperkuat ekonomi kita-kita juga memberikan keamanan bagi rakyat kita di dunia yang semakin tidak aman," kata von der Leyen, berbicara bersama Modi setelah pertukaran perjanjian.

"Dengan menggabungkan kekuatan-kekuatan ini, kita mengurangi ketergantungan strategis, pada saat perdagangan semakin dijadikan senjata," tambahnya.

Menurut data UE, perdagangan bilateral barang mencapai US$139 miliar dolar AS pada tahun 2024, meningkat hampir 90% selama dekade terakhir. Ada tambahan US$69 miliar dolar AS dalam perdagangan jasa.

"Berdasarkan perjanjian tersebut, India diharapkan untuk mempermudah akses pasar, dan perusahaan-perusahaan Eropa akan mendapatkan akses istimewa ke pasar jasa keuangan dan transportasi maritim India," kata UE.

Foto: Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Perdana Menteri India Narendra Modi tiba untuk sesi foto sebelum pertemuan mereka di Hyderabad House di New Delhi, India, 28 Februari 2025. (REUTERS/Altaf Hussain/File Photo)

Poin Perjanjian India-UE

Salah satu penurunan bakal terjadi pada tarif untuk mobil. Secara bertahap tarif akan diturunkan dari 110% menjadi serendah 10%, dengan kuota 250.000 kendaraan.

Sementara bea masuk untuk anggur secara bertahap turun dari 150% menjadi serendah 20%. Tarif untuk makanan olahan, termasuk pasta dan cokelat sekitar 50%, akan dihilangkan.

"Ekspor ke India akan berlipat ganda," kata Von der Leyen.

"Uni Eropa akan memperoleh akses tertinggi yang pernah diberikan kepada mitra dagang di pasar India yang secara tradisional terlindungi," tambahnya.

Bagi India, hal ini akan meningkatkan perdagangan tekstil, permata dan perhiasan serta barang-barang kulit. Sektor jasa juga akan menggeliat.

"Akses preferensial yang belum pernah terjadi sebelumnya yang diperoleh untuk lebih dari 99% ekspor India merupakan perubahan besar bagi industri India," kata Direktur Jenderal Konfederasi Industri India, Chandrajit Banerjee.

India sendiri berada di jalur untuk menjadi ekonomi terbesar keempat tahun ini. Data ini juga ditegaskan proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF).

New Delhi, yang telah bergantung pada Moskow untuk perangkat keras militer utama selama beberapa dekade, telah mencoba mengurangi ketergantungannya pada Rusia dalam beberapa tahun terakhir dengan mendiversifikasi impor dan mendorong basis manufaktur domestiknya sendiri. Eropa melakukan hal yang sama terhadap AS.


(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:

Video: India & Uni Eropa Resmi Finalisasi Mega Kesepakatan Dagang