Jepang Digulung Cuaca Ekstrem, Korban Jiwa Berjatuhan
Jakarta, CNBC Indonesia - Cuaca musim dingin ekstrem kembali menelan korban di Jepang. Dalam sepekan terakhir, sedikitnya 10 orang dilaporkan meninggal dunia akibat kondisi cuaca buruk dan kecelakaan yang berkaitan dengan salju.
Menurut keterangan Kementerian Dalam Negeri Jepang, sebagaimana dikutip dari NHK, Selsa (27/1/2026), dari total korban tersebut, enam orang berasal dari Prefektur Niigata di pesisir Laut Jepang. Pejabat setempat menyebutkan empat di antaranya meninggal karena masalah kesehatan saat sedang membersihkan salju atau melakukan aktivitas lain di tengah cuaca dingin.
Sementara itu, korban lainnya di Niigata tewas setelah terjatuh dari atap rumah ketika mencoba menyingkirkan tumpukan salju.
Meski demikian, otoritas meteorologi menyatakan bahwa gelombang salju lebat yang melanda wilayah luas Jepang telah mencapai puncaknya, dan kondisi terburuk kini mulai mereda. Namun, akumulasi salju yang sudah turun tercatat telah melampaui rata-rata tahunan, termasuk di daerah-daerah yang saat ini sudah tidak lagi diguyur salju.
Di Sapporo, ibu kota Prefektur Hokkaido yang merupakan wilayah paling utara Jepang, ketebalan salju telah melampaui satu meter. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak 2022. Sementara itu, di Sukayu yang berada di Pegunungan Hakkoda, Prefektur Aomori, total akumulasi salju mencapai sekitar empat setengah meter.
Kondisi serupa juga terjadi di Prefektur Niigata. Kota Uonuma dilaporkan terkubur hampir dua setengah meter salju, menyulitkan aktivitas warga serta meningkatkan risiko kecelakaan.
Badan cuaca Jepang memperkirakan sebuah sistem tekanan rendah akan kembali menguat pada Selasa, membawa potensi peningkatan salju dan angin kencang di wilayah yang membentang dari Hokkaido hingga kawasan Hokuriku. Di sejumlah daerah di Hokuriku dan Chugoku, hujan juga diperkirakan turun.
Selain itu, gelombang salju lebat diprediksi kembali terjadi di sepanjang pesisir Laut Jepang, dari wilayah utara hingga barat Jepang, pada Kamis dan Jumat. Kondisi ini dipicu oleh masuknya massa udara dingin yang kuat dari arah utara yang bergerak ke selatan.
Seiring dengan naiknya suhu di beberapa wilayah dan turunnya hujan, otoritas memperingatkan masyarakat yang tinggal di daerah dengan tumpukan salju besar agar tetap waspada. Risiko longsor salju, salju yang jatuh dari atap, serta kecelakaan saat membersihkan salju dinilai meningkat dalam kondisi tersebut.
Â
(luc/luc)[Gambas:Video CNBC]