MARKET DATA
Internasional

Malapetaka AS Menggila, Negara "Membeku"-Korban Jiwa Melonjak Tajam

Thea Fathanah Arbar,  CNBC Indonesia
27 January 2026 10:25
Seorang pejalan kaki menarik koper beroda melewati jalanan pusat kota yang tertutup salju saat cuaca musim dingin terus menyelimuti St. Louis, Missouri, AS, 24 Januari 2026. (REUTERS/Lawrence Bryant)
Foto: Seorang pejalan kaki menarik koper beroda melewati jalanan pusat kota yang tertutup salju saat cuaca musim dingin terus menyelimuti St. Louis, Missouri, AS, 24 Januari 2026. (REUTERS/Lawrence Bryant)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sedikitnya 30 orang dilaporkan tewas akibat badai musim dingin ekstrem yang disertai suhu membeku dan salju tebal yang melanda Amerika Serikat (AS). Cuaca dingin ekstrem tersebut menghantam dua pertiga wilayah AS, mulai dari Barat Tengah (Midwest), Selatan, hingga Timur Laut, dan diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan.

Layanan Cuaca Nasional AS menyebut badai ini membawa salju tebal hingga lebih dari 30 sentimeter di bentang wilayah sepanjang ribuan kilometer, dari Arkansas hingga New England. Di wilayah utara Pittsburgh, akumulasi salju dilaporkan mencapai sekitar 50 sentimeter, disertai suhu ekstrem hingga minus 31 derajat Celcius pada Senin malam hingga Selasa.

"Masuknya udara Arktik baru akan mempertahankan suhu beku di wilayah yang sudah tertutup salju dan es," ujar peramal cuaca dari Layanan Cuaca Nasional, seraya memperingatkan potensi badai musim dingin lanjutan di Pantai Timur pada akhir pekan ini, seperti dikutip The Associated Press, Selasa (27/1/2026).

Lonjakan korban jiwa dilaporkan muncul di sejumlah negara bagian. Polisi melaporkan dua orang tewas tertabrak kendaraan pembersih salju masing-masing di Massachusetts dan Ohio. Di Arkansas dan Texas, kecelakaan seluncur salju menewaskan beberapa remaja. Sementara itu, seorang perempuan di Kansas ditemukan tewas tertutup salju setelah terakhir terlihat meninggalkan sebuah bar.

Di Kota New York, delapan orang ditemukan tewas di luar ruangan selama akhir pekan ketika suhu anjlok drastis. Penyebab kematian mereka masih dalam penyelidikan.

"Cuaca dingin ekstrem ini sangat berbahaya, terutama bagi warga yang tidak memiliki tempat berlindung memadai," kata seorang pejabat setempat di New York.

Otoritas juga mencatat empat kematian di Tennessee, masing-masing tiga kematian di Louisiana dan Pennsylvania, dua kematian di Mississippi, serta masing-masing satu kematian di New Jersey, South Carolina, dan Kentucky.

Selain korban jiwa, badai musim dingin ini menyebabkan krisis listrik besar-besaran. Lebih dari 560.000 pelanggan masih mengalami pemadaman listrik pada Senin malam, terutama di wilayah Selatan akibat hujan es yang merobohkan pohon dan merusak jaringan listrik.

Badai juga melumpuhkan transportasi udara. Lebih dari 12.000 penerbangan ditunda atau dibatalkan di seluruh AS pada Senin. Bahkan pada Minggu, hampir 45% penerbangan AS dibatalkan, menjadikannya salah satu hari dengan pembatalan tertinggi sejak pandemi Covid-19.

Dengan suhu ekstrem yang diperkirakan masih bertahan dan potensi badai lanjutan, otoritas setempat terus mengimbau warga untuk membatasi aktivitas luar ruangan dan mencari tempat berlindung yang aman guna menghindari bertambahnya korban jiwa.

 

(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Badai Mencekam Jelang Tahun Baru, Ribuan Penerbangan Batal


Most Popular
Features