Bisnis Properti Moncer Lagi di 2026? Begini Ramalannya

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Selasa, 27/01/2026 13:30 WIB
Foto: Muhammad Luthfi Rahman

Jakarta, CNBC Indonesia - Kalangan pengembang melihat 2026 sebagai momentum untuk bangkit pasca melewati fase stabilisasi pascapandemi. Sejumlah indikator menunjukkan minat beli mulai pulih, terutama untuk segmen hunian tapak di wilayah penyangga Jakarta seperti Bogor dan Tangerang, yang ditopang oleh kebutuhan end-user dan keluarga muda.

Dukungan kebijakan pemerintah turut menjadi faktor yang memperkuat optimisme pelaku industri. Perpanjangan insentif PPN Ditanggung Pemerintah hingga 2027 memberi ruang bagi masyarakat untuk kembali mempertimbangkan pembelian rumah. Selain itu, pembangunan infrastruktur transportasi seperti MRT, LRT, dan ruas tol baru ikut mendongkrak daya tarik kawasan yang menjadi fokus pengembangan.

Namun, pembiayaan juga menjadi faktor yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Pengembang juga menggarap aspek pembiayaan konsumen untuk mendorong penjualan. Melalui kemitraan dengan sektor perbankan, perusahaan menyiapkan berbagai skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar.


"Kami menyadari bahwa akses pembiayaan adalah kunci bagi konsumen. Oleh karena itu, selain kerja sama modal kerja, kami juga menjalin kolaborasi khusus dengan pihak perbankan," ujar Direktur Utama PT Winner Nusantara Jaya Tbk Yusmen Liu dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).

Foto: Muhammad Luthfi Rahman
Awal Desember 2017, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat capaian Program Satu Juta Rumah sebanyak 765.120 unit rumah, didominasi oleh pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebesar 70 persen, atau sebanyak 619.868 unit, sementara rumah non-MBR yang terbangun sebesar 30 persen, sebanyak 145.252 unit.Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, sekitar 20 persen merupakan rumah yang dibangun oleh Kementerian PUPR berupa rusunawa, rumah khusus, rumah swadaya maupun bantuan stimulan prasarana dan utilitas (PSU), 30 persen lainnya dibangun oleh pengembang perumahan subsidi yang mendapatkan fasilitas KPR FLPP, subsisdi selisih bunga dan bantuan uang muka. Selebihnya dipenuhi melalui pembangunan rumah non subsidi oleh pengembang.Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah mengungkapkan, rumah tapak masih digemari kelas menengah ke bawah.Kontribusi serapan properti oleh masyarakat menengah ke bawah terhadap total penjualan properti mencapai 70%.Serapan sebesar 200.000 unit ini, akan terus meningkat pada tahun 2018 menjadi 250.000 unit.

Kepastian dari perbankan berpengaruh terhadap kesiapan modal. Untuk memastikan proyek di tahun 2026 sesuai rencana, pengembang juga mengamankan fasilitas permodalan melalui kerja sama dengan sejumlah bank nasional. Skema ini ditujukan agar proses konstruksi dapat berlangsung tanpa hambatan.

Di tahun 2026 ini, Winner Nusantara Jaya bakal membangun lima proyek baru di kawasan Jabodetabek pada periode 2026-2027. Artinya pengembang masih melihat peluang pertumbuhan yang masih terbuka di pasar properti nasional. Lima proyek tersebut memiliki target marketing sales mencapai Rp 400 miliar dalam dua tahun.

Dari sisi konsultan properti, Country Head Knight Frank Indonesia Wilson Kalip menyebut beberapa sektor properti diperkirakan akan meningkat di 2026, mulai dari rumah tapak di sekitar sub urban, ritel, dan mixed use di sekitar TOD. Apalagi kebutuhan pergudangan dan green office building di kawasan CBD (Central Business District) di Jakarta juga ikut meningkat.

"Pasca menghadapi dinamika pasar di sepanjang tahun 2025, sektor properti nasional optimis memasuki tahun 2026 dengan outlook yang lebih konstruktif. Resiliensi pasar tercermin dari meningkatnya penetrasi green-office buildings di tengah pasokan yang berlimpah, transformasi ritel yang menjadi catalyst bagi traffic konsumen, serta ekspansi sektor pergudangan yang semakin mengukuhkan posisinya sebagai growth engine dalam lanskap properti saat ini," imbuh Wilson.


(fys/wur)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Purbaya Mau 'Di-Noel-Kan' hingga SPPG Tak Boleh Paksa MBG