Internasional

Siaga Perang Baru di Amerika! Trump Ancam Jet Tempur AS Tembus Kanada

sef, CNBC Indonesia
Selasa, 27/01/2026 12:30 WIB
Foto: Jet tempur F-35 (REUTERS/Ricardo Arduengo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) memberi peringatan ke Kanada. Bahkan negeri pimpinan Presiden Donald Trump tersebut akan mengirim banyak jet tempur ke langit tetangganya itu.

Hal ini terkait perubahan dalam pembelian 88 jet tempur AS, Lockheed Martin F-35, oleh Kanada. Duta Besar AS di Kanada mengatakan negaranya bisa mengabaikan kesepakatan Komando Pertahanan Udara Amerika Utara (NORAD) yang telah berusia puluhan tahun dengan Kanada jika pemerintah Ottawa tak menepati kesepakatan.

"Jika Kanada membeli lebih sedikit jet tempur, AS akan mengisi celah tersebut," Pete Hoekstra memperingatkan pada Senin, dikutip Selasa (27/1/2026).


"Ini berarti AS akan membeli lebih banyak jet tempur F-35 untuk penggunaan sendiri dan menggunakannya, lebih sering, untuk melakukan intervensi di wilayah udara Kanada," kutip The Independent.

Sebenarnya, berdasarkan ketentuan NORAD, AS dan Kanada dapat beroperasi di wilayah udara satu sama lain untuk melacak atau mencegat ancaman. Namun, Hoekstra mengindikasikan intervensi AS akan lebih jauh lagi, jika kesepakatan jet tempur berubah.

"NORAD harus diubah," tegas Hoekstra.

Kanada sendiri setuju untuk membeli 88 jet tempur canggih F-35A dari Lockheed Martin tahun 2022. Di mana Kanada berkomitmen untuk mendanai 16 jet yang dapat dikirimkan.

Namun beberapa bulan ini, pemerintah Kanada mengindikasikan peninjauan kembali kesepakatan jet tempur setelah menemukan bahwa program tersebut lebih mahal dari yang diperkirakan. Audit awal tahun 2025 menemukan bahwa biaya program meningkat menjadi US$27,7 miliar (sekitar Rp 465 triliun) atau naik dari US$19 miliar.

Para pejabat Kanada dilaporkan sedang mencari negara lain untuk memasok jet tempur, termasuk Saab, perusahaan kedirgantaraan dan pertahanan Swedia yang memproduksi jet tempur JAS 39 Gripen E. Saab telah menawarkan untuk memproduksi jet tersebut di Kanada, menciptakan 12.600 lapangan kerja.

"Pemerintah tertarik pada semua proyek besar yang tidak hanya dapat melindungi keamanan dan kedaulatan Kanada, tetapi juga menciptakan lapangan kerja di seluruh negeri," kata Menteri Perindustrian Kanada Mélanie Joly.

Peninjauan kembali terjadi di tengah ketegangan antara Trump dan Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney. Kemarin Trump mengancam menaikkan tarif barang impor Kanada hingga 100%.

Kekisruhan juga terjadi di saat hubungan AS dengan banyak sekutu NATO retak. Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso, karena pendekatan diplomasi Washington yang disruptif memaksa sekutu untuk meninjau kembali hubungan transatlantik.


(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:

Video Trump: Putin dan Zelenzkiy Ingin Mengakhiri Perang