Siap-Siap! Purbaya Bakal Geruduk Perusahaan China yang Gak Bayar Pajak

Zahwa Madjid, CNBC Indonesia
Senin, 26/01/2026 21:35 WIB
Foto: Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KITA di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (18/12/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana akan menyambangi sejumlah perusahaan baja asal China yang kedapatan mengemplang pajak dengan cara tidak membayar pajak pertambahan nilai (PPN). Rencananya dia akan mengunjungi perusahaan ini dalam pada pekan ini

"Harusnya minggu ini, nanti saya undang (wartawan) sehari dua hari deh," ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Senin (26/1/2026).

Namun, Purbaya tak menjelaskan secara rinci nama-nama perusahaan baja asal China yang kedapatan mengemplang pajak. "Yang baja itu yang terdeteksi ada 40 perusahaan. Yang dua besar akan kita sidak dalam waktu singkat," kata Purbaya, Rabu (14/1/2026). "Itu dari China semua. Bukan campur-campur," tegasnya.


Purbaya mengaku heran 40 perusahaan ilegal yang tak bayar kewajiban perpajakan itu bisa masuk ke Indonesia dan beroperasi selama ini. Ia menduga, ada pihak-pihak internal di lingkungan Kementerian Keuangan yang terlibat pembiaran aktivitas perusahaan baja itu.

"Harusnya kan kalau perusahaan besar kan gampang melihatnya. Berarti orang saya ada yang terlibat, nanti kita lihat ya," kata Purbaya.

Sebelumnya Purbaya sudah mengungkapkan bahwa ada perusahaan China yang ketahuan melakukan 'pembelian Kartu Tanda Penduduk (KTP)' untuk memalsukan jumlah karyawannya.

"Nama-namanya mungkin mereka beli KTP, tapi dia enggak bayar PPN. Tadinya mau digerebek, tapi nanti kita lihat dengan saat yang tepat," papar Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (8/1/2026).


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Purbaya Ngamuk! Perusahaan China Timbun "Dosa Pajak"