5 Photos
Momen Komisi XI DPR RI Uji Kelayakan Dicky, Solikin dan Thomas
Komisi XI DPR RI melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap Dicky Kartikoyono, Solikin M.Juhro dan Thomas Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur BI.
Komisi XI DPR RI melakukan uji kelayakan dan kepatutan alias fit and proper test terhadap Dicky Kartikoyono sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia, Jakarta, Senin (26/1/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Uji kelayakan dan kepatutan ini dipimpin oleh Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun. Setalah membuka rapat, Misbakhun menjelaskan agenda dan mekanisme pelaksanaan uji kelayakan tersebut. Dalam uji kelayakan dan kepatutan ini, Dicky diberikan waktu sekitar 15-20 menit untuk mempresentasikan visi-misinya. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
"Calon yang kita uji hari ini yaitu Dicky sesuai dengan usulan dan penugasan kepada Komisi XI. Untuk itu saya beri kesempatan kepada saudara Dicky untuk melakukan presentasi antara 15 sampai 20 menit. Nanti ada 10 menit pertanyaan dari masing-masing fraksi dan berikutnya nanti akan saya berikan kesempatan untuk menyampaikan paparannya," ujar Misbakhun. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Setelah dipersilahkan Misbakhun, dalam paparannya, Dicky menyampaikan visi-misi yang bertajuk mengukir sejarah digital untuk Indonesia emas. Visi-misi ini kata Dicky merupakan kontribusikan untuk menuju Asta Cita pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan yakni mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 8%. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Ia mengibaratkan perekonomian nasional sebagai sebuah rumah besar yang membutuhkan fondasi kuat agar bisa memberikan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat. "Kalau rumah besar tentu pondasinya harus kuat pondasi itu adalah stabilitas kita harus juga dulu stabilitas itu kemudian kita bangun di atasnya dengan pilar-pilar ketahanan yang kuat untuk memberikan daya tahan terhadap berbagai upaya kita mendorong pertumbuhan ekonomi, tanpa daya tahan rumah besar seperti rumah kartu," terang Dicky. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Thomas Djiwandono memaparkan lima strategi sistematik, sebagai strategi gerak dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di DPR, Jakarta, Senin (26/1/2026). "Hari ini saya mencetuskan sesuatu konsep tematik, ada lima semacam strategi sistematik yang saya ingin dicetuskan pada hari ini. Saya namakan strategi ini strategi gerak," ujar Thomas. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Thomas menilai lima strategi yang dijelaskannya hari ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, sekaligus membuat kebijakan moneter dan sistem keuangan lebih adaptif dan lincah. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Lima strategi tersebut pertama governance kebijakan yang kuat dan kredibel. Menurut Thomas, aspek governance menjadi pondasi penting karena Indonesia telah memiliki kerangka regulasi yang kuat, mulai dari penguatan independensi Bank Indonesia sejak 1999 hingga lahirnya Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) pada 2023. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Thomas juga menekankan pentingnya sinergi antara lembaga untuk membantu dalam pertumbuhan ekonomi ke depannya. Meski menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga, Thomas menegaskan bahwa independensi Bank Indonesia tetap menjadi prinsip utama. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Solikin M.Juhro, memaparkan visi misinya saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon Deputi Gubernur Bank Indonesia di ruang Komisi XI DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (23/1/2026). (Ist/Wartawan Foto Parlemen)
Komisi XI DPR pagi ini melakukan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Pagi ini, Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial (Asisten Gubernur) Bank Indonesia Solikin M Juhro memaparkan visi misinya. (Ist/Wartawan Foto Parlemen)
Solikin membawakan gagasan kebijakan bertema "Memperkuat Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi Berdaya Tahan, dan Inklusif untuk Indonesia Maju". "Tema ini kami pandang sangat strategis dan relevan, karena sejalan dengan arah kebijakan pemerintah, serta aspirasi seluruh masyarakat Indonesia guna mewujudkan Indonesia maju dan mampu keluar dari jebakan pendapatan menengah yang masih menjadi tantangan," ujar Solikin mengawali paparannya, Jumat, (23/1/2026). (Ist/Wartawan Foto Parlemen)