Ribut-Ribut Daging Sapi, Pedagang Mogok Jualan-Pengusaha Teriak PHK
Jakarta, CNBC Indonesia - Gejolak di sektor perdagangan daging kembali mencuat setelah pedagang bersepakat untuk mogok berjualan selama 3 hari mulai besok (Kamis, 22/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026). Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha dan Pengolahan Daging Indonesia (APPDI) Teguh Boediyana menyoroti stok yang tersedia akibat kuota impor turun drastis dibandingkan tahun lalu.
"Kami menyampaikan surat keberatan pemberian kuota dalam penetapan Neraca Komoditas daging sapi reguler tahun 2026 sebanyak 30.000 ton. Jumlah ini sangat jauh dari kuota yang diberikan tahun lalu sebesar 180.000 ton," ujar Teguh dalam keterangannya, Rabu (21/1/2026).
Pelaku usaha mendesak agar kuota 30.000 ton yang telah ditetapkan segera diproses perizinan impornya oleh Kementerian Perdagangan. Mereka berharap tidak terulang keterlambatan penerbitan izin seperti tahun sebelumnya, sehingga berpotensi menimbulkan kenaikan harga. Pedagang di pasar pun sudah mengeluhkan masalah ini.
Teguh menilai pemerintah perlu menghitung ulang dampak kebijakan tersebut terhadap rantai pasok nasional, terutama bagi sektor hotel, restoran, dan katering serta industri pengolahan yang selama ini bergantung pada pasokan swasta.
"Terutama untuk konsumen hotel, restoran dan katering (Horeka) serta industri yang selama ini dipasok pelaku usaha dengan persaingan usaha yang sehat antarpelaku usaha," paparnya.
Adapun berdasarkan Neraca Komoditas Daging Sapi Reguler 2026, total kuota impor ditetapkan sebesar 297.000 ton. Dari jumlah itu, 100.000 ton dialokasikan untuk daging kerbau India, 75.000 ton daging sapi Brasil, dan 75.000 ton dari negara lain, yang seluruhnya diberikan kepada BUMN PT Berdikari dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia.
Sementara pelaku usaha swasta yang berjumlah 105 perusahaan hanya kebagian 30.000 ton, dengan sisa 17.000 ton dialokasikan untuk kebutuhan industri. Pengusaha menilai kebijakan ini berpotensi mengganggu kelangsungan usaha dan memicu PHK.
"Karena dengan jatah impor 30.000 ton yang dibagi kepada 105 pelaku usaha itu paling hanya cukup untuk 2 bulan saja," kata Wakil Asosiasi Pengusaha Protein Hewani Indonesia (APPHI) Marina Ratna.
Pedagang Sapi se-Jabodetabek Mogok Jualan Mulai Besok
Seperti diketahui, Pedagang daging sapi se-Jabodetabek berencana tidak berjualan alias mogok jualan mulai besok, Kamis (22/1/2026).
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) DKI Jakarta Wahyu Purnama mengatakan, aksi mogok dilakukan setelah berbagai upaya dialog tak membuahkan hasil konkret di lapangan. Kata dia, kondisi pasar saat ini sudah tidak sehat bagi pedagang kecil hingga menengah.
Aksi pedagang tersebut, ujar Wahyu, merupakan hasil pertimbangan aspirasi anggota bandar sapi dan pedagang sapi hilir pasar tradisional se-Jabodetabek. Juga, imbuhnya masyarakat menengah ke bawah yang terdampak akibat tingginya harga daging sapi.
"Melalui surat ini kami memberitahukan bahwa seluruh anggota APDI bandar sapi potong dan pedagang daging akan melakukan aksi berhenti berjualan atau mogok dagang," kata Wahyu dalam surat terbuka yang diterima CNBC Indonesia, Rabu (21/1/2026).
[Gambas:Video CNBC]