MARKET DATA

Naik Tol Baru Jakarta-Bandung Kurang dari Sejam, Gratis Lebaran 2026

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
17 January 2026 16:15
Ilustrasi Tol Jakarta-Cikampek. (Dok. Jasa Marga)
Foto: Ilustrasi Tol Jakarta-Cikampek. (Dok. Jasa Marga)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan kian mendekati tahap operasional penuh dan digadang-gadang bakal memangkas drastis waktu tempuh perjalanan dari Jakarta menuju Bandung. Kehadiran tol baru di koridor selatan Jawa Barat ini membuat jarak Jakarta-Bandung terasa semakin dekat, bahkan diproyeksikan dapat ditempuh kurang dari satu jam.

Tol Japek II Selatan memiliki panjang total sekitar 62 kilometer dan menghubungkan Tol Lingkar Luar Jakarta di Jati Asih, Bekasi, hingga Tol Purbaleunyi di Sadang, Purwakarta. Proyek strategis nasional ini dibangun sebagai jalur alternatif untuk mengurai kepadatan lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek eksisting, sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah di Jawa Barat.

Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR, progres pembangunan tol ini menunjukkan perkembangan signifikan. Sejumlah paket konstruksi telah mencapai tahap akhir, terutama ruas Bojongmangu-Sadang yang mencatat progres konstruksi di atas 90%. Sementara itu, sebagian ruas lainnya masih dalam tahap percepatan pembebasan lahan dan penyelesaian konstruksi.

Secara keseluruhan, Tol Japek II Selatan dirancang memiliki tujuh gerbang tol, yakni GT Jati Asih, GT Bantar Gebang, GT Setu, GT Sukaragam, GT Taman Mekar, GT Kutanegara, dan GT Sadang. Kehadiran jalur ini diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat serta menurunkan biaya logistik distribusi barang dari dan menuju kawasan industri di sekitarnya.

Dengan total investasi mencapai Rp 14,69 triliun dan masa konsesi selama 35 tahun, tol ini diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh perjalanan dari Jakarta ke Bandung hingga sekitar 45 menit dengan kecepatan rata-rata 80 km per jam, jika telah beroperasi penuh. Beberapa seksi tol bahkan sudah sempat difungsikan secara terbatas pada periode Lebaran 2025.

Memasuki Lebaran atau Idulfitri 2026, PT Jasa Marga Tbk memastikan tol ini kembali dibuka secara fungsional dan gratis. Ruas yang akan dioperasikan kali ini lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya, yakni dari Gerbang Tol Sadang di Purwakarta hingga Gerbang Tol Setu di Bekasi, dengan total panjang sekitar 54,75 kilometer.

"Sebenarnya nggak ada yang berubah ya. Fungsional (saat Lebaran) sekarang malah akan ditambah, jadi fungsional masih ada. Yang kita rencanakan adalah Japek II Selatan," kata Direktur Utama Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono, dikutip dari CNN Indonesia.

Pada periode Lebaran sebelumnya, tol ini hanya dibuka dari GT Sadang hingga GT Bojongmangu sepanjang 31,25 kilometer. Tahun ini, pembukaan hingga GT Setu membuat pengendara tak lagi harus melintasi kawasan industri seperti sebelumnya.

"Kalau dulu kan harus melewati kawasan industri, sekarang (jalan tolnya) sudah sampai Setu. Ya walaupun fungsional Setu dan kemudian juga akan kita rencanakan untuk dilengkapi lampu dan sebagainya. Lampu permanen ya, supaya masyarakat yang melewati juga nggak merasa gelap," ujar Rivan.

Secara desain, Tol Japek II Selatan memiliki tujuh gerbang tol, mulai dari GT Jati Asih, Bantar Gebang, Setu, Sukaragam, Taman Mekar, Kutanegara, hingga Sadang. Jalur ini dinilai strategis untuk memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus menurunkan biaya logistik, terutama bagi kawasan industri di Bekasi, Karawang, hingga Purwakarta.

Jasa Marga menilai tol baru ini akan berperan besar mengurangi kepadatan di titik-titik rawan seperti KM 66 Tol Jakarta-Cikampek eksisting saat puncak arus mudik dan balik. Selain menjadi solusi jangka pendek saat Lebaran 2026, tol ini juga diharapkan menjadi fondasi penting bagi operasional penuh Japek II Selatan ke depan.

"Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan dibangun sebagai jalur alternatif menuju dan dari Jawa Barat hingga seterusnya, sekaligus untuk mendukung konektivitas antarwilayah. Saat ini, beberapa seksi telah memasuki tahap konstruksi dan telah difungsikan secara terbatas pada Lebaran 2025. Kehadiran tol ini diharapkan memperlancar mobilitas sekaligus mendorong pengembangan kawasan industri, permukiman, dan pariwisata di sepanjang koridornya," tulis BPJT.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Proyek Tol Baru Ini Dikebut, Jakarta-Bandung Kurang dari Sejam


Most Popular
Features