MARKET DATA
Economic Outlook 2026

Infrastruktur RI Digeber, Ada 9 Tol Baru Beroperasi-Reaktivasi Rel KA

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
05 January 2026 09:40
Jalan Tol Probolinggo – Banyuwangi Paket II Kraksaan hingga Paiton sepanjang 11,20 km. (Dok. Hutama Karya)
Foto: Jalan Tol Probolinggo – Banyuwangi Paket II Kraksaan hingga Paiton sepanjang 11,20 km. (Dok. Hutama Karya)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Sektor infrastruktur Indonesia di 2026 diperkirakan akan kembali mengalami pertumbuhan, meski infrastrukturnya cenderung masih dominan untuk pertanian dalam mendukung swasembada pangan dan sosial.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah memantapkan langkah strategis untuk 2026 dengan mengusung visi pembangunan infrastruktur berkeadilan dan berkelanjutan di seluruh Indonesia. Adapun anggaran yang disiapkan yakni Rp 118,5 triliun.

Dikutip dari akun Instagram resmi @kementerianpu, Selasa (25/11/2025), Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan, alokasi anggaran Kementerian PU pada 2026 akan menyasar sektor prioritas yang diamanahkan Presiden Prabowo Subianto, terutama untuk mendukung swasembada pangan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan sosial seperti sekolah rakyat serta lain-lainnya.

"Anggaran Kementerian PU 2026 dialokasikan untuk berbagai sektor prioritas yang diamanahkan Presiden Prabowo, termasuk pembangunan jaringan irigasi, peningkatan konektivitas jalan nasional dan daerah, penyediaan air minum dan sanitasi, pembangunan bangunan gedung pendidikan dan pelayanan masyarakat serta percepatan infrastruktur berbasis masyarakat," ucap Dody.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur, Pembangunan dan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut, ketahanan pangan, air dan energi merupakan aspek yang menjadi prioritas bersama.

"Presiden Prabowo Subianto telah mengusung agenda pembangunan jelas dan berani. Kami harus mengamankan masa depan bangsa dengan memperkuat ketahanan pangan, ketahanan air dan ketahanan energi melalui masa depan terintegrasi, adil dan berkelanjutan," kata dia.

Berikut ini daftar rencana pembangunan infrastruktur 2026 yang telah dikelompokkan berdasarkan bidangnya:

Bidang Sumber Daya Air

  • Pembangunan jaringan irigasi (15.851 hektare)
  • Sumur rehabilitasi jaringan irigasi (197.430 hektare)
  • Pengendali banjir (82 kilometer)
  • Pengamanan pantai (8 kilometer)
  • Penyediaan air baku (500 liter per detik)
  • Sumur irigasi air tanah dan embung (800 titik)
  • Program Percepatan Tata Guna Air Irigasi, infrastruktur berbasis masyarakat yang dilaksanakan dengan melibatkan langsung partisipasi masyarakat petani melalui Perkumpulan Pemakai
  • Air IBM P3-TGAI (12.000 lokasi)
  • Pembangunan Bendungan (sedang berlangsung 15 bendungan)
  • OP Infrastruktur SDA
  • Tanggap darurat bencana dan bahan banjiran

Bidang Bina Marga

  • Pembangunan jalan baru (191 kilometer)
  • Peningkatan kapasitas dan preservasi peningkatan (1.392 kilometer)
  • Pembangunan dan duplikasi jembatan (1.734 meter)
  • Preservasi jembatan (31.434 meter)
  • Penggantian jembatan (964 meter)
  • Jembatan gantung (105 unit)
  • Pembangunan flyover atau underpass (363 meter)
  • Pembangunan jalan tol menggunakan APBN (28,19 kilometer)
  • Preservasi rutin jalan (46.541 kilometer)
  • Preservasi rutin jembatan (531.969 meter)
  • Pembangunan dan preservasi jalan daerah (36,65 kilometer)
  • Pembangunan dan preservasi jembatan daerah (295,68 meter)
  • Tanggap darurat bencana

Bidang Cipta Karya

  • Pembangunan dan peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) (918 liter per detik)
  • Perluasan SPAM (49.640 sambungan rumah)
  • IBM Pamsimas (470 lokasi)
  • Pengelolaan air limbah (115.750 KK)
  • Pengelolaan persampahan (498 ton per hari)
  • IBM Sanimas (1.000 lokasi)
  • IBM TPS 3R (80 lokasi)
  • Pengembangan kawasan strategis (150 hektare.
  • IBM Pisew (600 lokasi)
  • Pengentasan Kemiskinan Ekstrem (11 lokasi)
  • Bangunan gedung (39.789 meter persegi)
  • Tanggap darurat bencana

Bidang Prasarana Strategis

  • PHTC Madrasah (1.000 unit)
  • Sekolah dasar dan menengah (41 unit)
  • Sekolah rakyat (104 unit)
  • Perguruan tinggi dan perguruan tinggi keagamaan (7 unit)
  • Pasar (9 unit)
  • Prasarana olahraga (8 unit)
  • Prasarana cagar budaya (2 unit)
  • Prasarana kesehatan (2 unit)
  • Prasarana peribadatan (2 unit)
  • Prasarana strategis lainnya (1 unit)
  • Seluruh upaya tersebut adalah bagian dari komitmen menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat melalui akses lebih mudah, pelayanan publik lebih baik dan kualitas hidup terus meningkat dari desa sampai kota.

Proyek Tol di 2026

Pada 2026, sejumlah ruas tol baru juga ditargetkan mulai beroperasi dan diharapkan mampu memangkas waktu tempuh perjalanan, serta mendukung pergerakan logistik dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Sejumlah proyek tol tersebut tersebar di Pulau Jawa hingga Sumatera dan saat ini tengah dikebut penyelesaiannya agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

Berikut daftar proyek tol yang diprediksi selesai di 2026:

  • Tol Serang-Panimbang sepanjang 41,63 km, Seksi 2 Rangkasbitung-Cileles (24,17 km) dan Seksi 3.1 Cileles-Panimbang Fase 1 (17,46 km).
  • Tol Yogyakarta-Bawen sepanjang 15,10 km, Seksi 1 JC Sleman-Banyurejo (8,80 km) dan Seksi 6 Ambarawa-Bawen (4,98 km).
  • Tol Betung-Tempino-Jambi, Seksi 2 Tungkal Jaya-Bayung Lencir sepanjang 54,30 km.
  • Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo (Joglo) sepanjang 14,73 km, Terdiri dari Paket 1.2B Prambanan-Purwomartini (11,48 km) dan Paket 2.2B Trihanggo-Sleman (3,25 km).
  • Tol Kediri-Tulungagung, akses menuju Bandara Kediri dengan panjang 4,82 km.
  • Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan sepanjang 54,75 km, Paket 2 Setu-Sukabungah (23,50 km) dan Paket 3 Sukabungah-Sadang (31,25 km).
  • Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), Seksi 3 Cibadak (Parungkuda)-Sukabumi Barat (Cisaat) sepanjang 13,7 km
  • Tol Kayu Agung-Palembang-Betung sepanjang 69,19 km, terdiri atas Prioritas 2 Kramasan-Simpang Rengas (21,5 km), Prioritas 1 Simpang Rengas-Pangkalan Balai (33 km), dan Prioritas 3 Pangkalan Balai-Betung (14,69 km).
  • Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi sepanjang 38,48 km, mencakup Seksi 1.1 Gending-Suko (3,88 km), Seksi 1.2 Suko-Kraksaan (9 km), Seksi 3.1 Paiton-Banyuglugur (9,40 km), serta Banyuglugur-Besuki (16,2 km), saat ini sudah difungsionalkan saat Nataru 2025/2026 untuk ruas Gending-Paiton

Selain tol yang masih dalam pembangunan, juga ada beberapa tol yang akan baru dimulai pembangunannya di 2026. Berikut ini daftarnya

  • Tol Bogor-Serpong via Parung
  • Tol Depok-Bojonggede-Salabenda, bagian dari Tol Depok-Antasari (Desari)
  • Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci), masih dalam potensi dan masih dalam proses pencarian lelang
  • Tol Bandung Intra Urban atau Tol Dalam Kota Bandung (BIUTR), masih dalam potensi
  • Tol Gilimanuk-Mengwi, masih dalam potensi

Proyek Infrastruktur lainnya di 2026

Selain tol dan proyek infrastruktur lainnya, di 2026, juga akan dimulainya pembangunan MRT Jakarta East-West (Timur-Barat). PT MRT Jakarta (Perseroda) mengungkapkan proyek MRT trase Timur-Barat (East-West) Cikarang Balaraja akan dimulai 2026 mendatang.

Di tahun depan, pembangunan dimulai pada Fase Tahap 1 dengan rute dari Tomang Jakarta Barat hingga Medan Satria Kota Bekasi sepanjang 24,5 Km.

Adapun rute tersebut termasuk nantinya melewati kawasan kompleks hunian Harapan Indah, salah satu kompleks hunian ternama di Kota Bekasi. MRT Jakarta juga sudah menggandeng investor swasta PT Deltasari Adipratama untuk pengembangan kawasan Harapan Indah di Bekasi, Jawa Barat. Salah satu rencananya adalah pembangunan dan pengembangan kawasan berorientasi transit (Transit Oriented Development) di sepanjang koridor MRT Jakarta.

Adapun pembangunan Tahap 1 rute Tomang-Medan Satria akan menggunakan sistem pendanaan co-financing Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Asian Development Bank (ADB). Secara keseluruhan, lintas timur barat akan menghubungkan Cikarang, Jawa Barat dan Balaraja, Banten dengan total panjang koridor mencapai 84 Km. PT MRT Jakarta juga akan membangun depo kereta yang berlokasi di Rorotan, Jakarta Utara.

Berikut proyek kereta api baru dan yang sedang berlanjut di 2026

  • MRT Jakarta East-West Fase 1 Medan Satria-Tomang
  • Reaktivasi jalur kereta api di Jawa, terutama di Jawa Barat, jalur Cipatat-Padalarang sudah mulai ada survei jalur baru oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA)
  • Elektrifikasi jalur kereta api Bandung Raya (Padalarang-Cicalengka)
  • Elektrifikasi jalur Cikarang-Cikampek
  • LRT Jakarta Fase 2A Velodrome-Manggarai
  • Pembukaan Stasiun Jatake dan Stasiun JIS, yang seharusnya diresmikan Desember 2025.
(chd/wur)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article RI Sudah Punya Jaringan Tol 3.092,7 Km, Bakal Tambah Panjang Terus


Most Popular
Features