James Riady Sebut Menteri PKP Maruarar Bak Buldoser, Apa Maksudnya?
Jakarta, CNBC Indonesia - CEO Lippo Group James Riady menyematkan istilah yang tidak biasa saat membicarakan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau Ara. Ia menyebut Ara sebagai "buldoser", dalam evaluasi kinerja program perumahan kawasan pemukiman tahun 2025.
"Dalam hal ini, Pak Menteri boleh dikatakan saya terus katakan seperti buldoser. Bukan untuk merusak, tetapi untuk membuka jalan, menyingkirkan hambatan-hambatan, dan memastikan perumahan mendapat tempat yang semestinya dalam prioritas pembangunan nasional," kata James di kantor Kementerian PKP, Kamis (15/1/2026).
James menilai, dalam setahun terakhir sektor perumahan mengalami perubahan posisi yang sangat signifikan di level kebijakan. Perumahan yang sebelumnya kerap berada di pinggir diskursus pembangunan, kini justru menjadi perhatian langsung Presiden Republik Indonesia dan masuk dalam agenda strategis nasional.
"Perumahan ini kini berada dalam perhatian langsung Presiden Republik Indonesia dan menjadi agenda strategis nasional. Dan ini tidak mudah terjadi seperti ini. Ini bukan hal yang otomatis terjadi," kata James.
Selain soal kepemimpinan, James juga menyoroti perubahan cara kerja lintas pemangku kepentingan di sektor ini. Dalam pengamatannya, koordinasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pihak terkait kini dilakukan lebih awal dan bersifat proaktif.
Forum-forum diskusi yang digelar sejak awal tahun, menurut James, berfungsi sebagai ruang penyelarasan kebijakan sebelum masalah muncul ke permukaan. Ia melihat adanya pergeseran penting dari pendekatan yang sebelumnya reaktif menjadi kolaborasi yang lebih antisipatif.
"Keselarasan itu dibangun sejak awal, bukan saat masalah sudah terjadi," katanya.
Lebih jauh, James menilai paradigma tentang perumahan juga mulai berubah. Perumahan tidak lagi semata dipandang sebagai program sosial
"Tetapi sebagai penggerak ekonomi, pencipta lapangan kerja yang begitu penting, dan pembentuk masa depan perkotaan di Indonesia," kata James.
(dce)