MARKET DATA
Internasional

Menlu: Tatanan Dunia di Ambang Runtuh, Negara Masuk Mode Bertahan

Thea Fathanah Arbar,  CNBC Indonesia
14 January 2026 13:32
Menteri Luar Negeri, Sugiono. (Dok. MoFA Indonesia)
Foto: Menteri Luar Negeri, Sugiono. (Dok. MoFA Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Luar Negeri Sugiono menyoroti rapuhnya tatanan dunia global memasuki awal 2026. Kepentingan nasional yang sempit makin menggeser semangat keamanan bersama dan melemahkan fondasi hukum internasional yang selama ini menjadi penopang stabilitas global.

Dalam pernyataan pers tahunannya, Menlu menegaskan bahwa aturan dan hukum internasional kini kerap diperlakukan secara selektif atau ala carte.

"Ketika aturan yang disepakati bersama dilanggar tanpa konsekuensi, maka yang runtuh bukan hanya satu aturan melainkan kepercayaan terhadap aturan dan seluruh tatanan itu sendiri," ujar Sugiono, Rabu (14/1/2026).

Ia juga menyoroti makin beratnya tantangan yang dihadapi mekanisme tata kelola global dalam merespons krisis dunia. Lembaga dan sistem yang dibentuk untuk mengelola berbagai krisis internasional dinilai kian tertinggal dari realitas yang berkembang dengan cepat di lapangan.

Pada saat yang sama, Menlu mengungkapkan keprihatinan atas sikap sejumlah negara kunci yang justru menarik diri dari tanggung jawab dalam menjaga tata kelola dunia.

Kondisi ini, menurutnya, mendorong banyak negara masuk ke dalam "mode bertahan hidup" masing-masing, dengan mengutamakan kepentingan sendiri di tengah ketidakpastian global.

Ia mengingatkan bahwa situasi serupa pernah terjadi dalam sejarah. Sugiono merujuk pada kolapsnya Liga Bangsa-Bangsa di masa lalu, yang pada akhirnya berkontribusi pada pecahnya Perang Dunia II.

"Kini dunia bergerak menuju kompetisi yang lebih tajam dan fragmentasi yang lebih dalam," katanya.

Adapun awal 2026 digegerkan oleh aksi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro di Caracas.

Terkait aksinya tersebut, Trump dalam wawancara dengan The New York Times menyatakan tidak ada aturan global yang bisa menghambat langkah politik atau militernya, kecuali standar pribadinya sendiri.

"Ya, ada satu hal. Moralitas saya sendiri. Pikiran saya sendiri. Itu satu-satunya hal yang bisa menghentikan saya," ujar Trump. "Saya tidak butuh hukum internasional. Saya tidak berniat menyakiti orang."

Ketika didesak apakah pemerintahannya harus menaati hukum global, Trump menjawab, "Saya melakukannya, tetapi tergantung apa definisi Anda tentang hukum internasional."

 

(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Sugiono Telpon Menlu Peru, Desak Selidiki Tuntas Kematian Zetro Purba


Most Popular
Features