Kim Jong Un Buka Suara Bela PBB, Sebut AS Tak Tahu Malu
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan diplomatik antara Korea Utara dan Amerika Serikat kembali memanas di panggung internasional. Pyongyang mengecam keras apa yang disebutnya sebagai langkah "tak tahu malu" Washington yang dinilai merusak peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bahkan menuding Amerika Serikat telah melakukan sebuah "tindak kriminal mengerikan".
Kecaman tersebut disampaikan oleh misi Korea Utara untuk PBB di New York dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh kantor berita resmi negara, Korean Central News Agency (KCNA). Pernyataan itu menanggapi laporan rencana Amerika Serikat untuk menggelar pengarahan di PBB terkait dugaan pelanggaran sanksi internasional oleh Korea Utara.
Alih-alih membahas isu tersebut, Pyongyang menilai bahwa perhatian utama PBB seharusnya diarahkan pada tindakan Amerika Serikat sendiri.
"Yang seharusnya dipertanyakan dan dibahas secara terbuka di PBB sebagai isu paling penting saat ini adalah tindak kriminal mengerikan yang dilakukan oleh AS," demikian pernyataan tersebut.
Dalam kecamannya, Korea Utara menuding Washington meremehkan lembaga multilateral itu. "AS merendahkan keberadaan PBB itu sendiri," kata Pyongyang.
Namun, pernyataan tersebut tidak menjelaskan secara rinci tindakan kriminal apa yang dimaksud. Meski demikian, waktu pernyataan itu dirilis berdekatan dengan peristiwa penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat, yang terjadi lebih dari sepekan sebelumnya.
Operasi tersebut dipandang sebagai skenario terburuk bagi kepemimpinan Korea Utara. Selama bertahun-tahun, Pyongyang menyuarakan kekhawatiran terhadap apa yang mereka sebut sebagai "serangan pemenggalan", yakni serangan yang bertujuan menyingkirkan kepemimpinan suatu negara. Korea Utara kerap menuduh Washington berupaya menggulingkan pemerintahannya.
Dalam pernyataan yang sama, misi Korea Utara di PBB menuding Amerika Serikat melakukan "irasionalitas dan praktik buruk dengan menyalahgunakan arena PBB demi memuaskan kepentingan geopolitiknya sendiri", dan menegaskan bahwa tindakan semacam itu "tidak boleh dibiarkan".
Pyongyang juga melontarkan tuduhan lebih lanjut terhadap Washington, menyebutnya melakukan "tindakan ilegal dan tidak bermoral yang memalukan", serta "berupaya mempermainkan arena PBB untuk tujuan sepihak dan egoistis".
Pernyataan keras Korea Utara itu muncul di tengah langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang pekan lalu mengumumkan bahwa AS akan menarik diri dari sejumlah badan PBB. Trump menyebut organisasi-organisasi tersebut "bertentangan dengan kepentingan Amerika Serikat".
Sementara itu, Korea Utara sendiri saat ini berada di bawah serangkaian sanksi Dewan Keamanan PBB terkait program nuklir dan misil balistiknya. Sanksi tersebut telah lama menjadi sumber utama ketegangan antara Pyongyang dan Washington, serta komunitas internasional secara lebih luas.
Â
(luc/luc)[Gambas:Video CNBC]