4 WNI Diculik Bajak Laut di Gabon, Pemerintah RI Buka Suara
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu RI) membenarkan kabar penculikan 4 warga negara Indonesia (WNI) oleh bajak laut di Gabon. Upaya penyelematan tengah dilakukan.
Plt. Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan pihaknya telah mendapatkan informasi bahwa pada tanggal 11 Januari 2026 telah terjadi pembajakan terhadap kapal penangkap ikan IB FISH 7 (Liang Peng Yu 828) di perairan Ekwata, Gabon.
"Pelaku pembajakan telah menculik 9 awak kapal dari total 12 awak, 4 diantaranya adalah WNI. Sementara, 3 awak lainnya (2 diantaranya WNI) saat ini dalam kondisi aman, dan tetap berada di kapal yang sama," kata Heni dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026).
Menurutnya, Angkatan Laut Gabin tengah memburu para pelaku. Adapun sebanyak tiga awak kapal, termasuk dua WNI, yang berada di kapal tersebut telah dikawal menuju ke Libreville, ibukota Gabon.
Menurutnya, Kemlu melalui KBRI Yaounde telah melakukan koordinasi dengan otoritas setempat, perusahaan/agen kapal, dan pihak terkait lainnya untuk mempercepat upaya penyelamatan, mendapatkan informasi terbaru terkait kondisi kesehatan pada ANI ABK, dan memastikan hak-hak ketenagakerjaan tetap dipenuhi kepada para WNI ABK dan/atau keluarganya.
"Kemlu dan KBRI Yaounde akan terus memantau perkembangan situasi dan melakukan penanganan kasus ini," tegasnya.
Sebelumnya, dilansir APA News, sebuah kapal penangkap ikan berbendera Gabon diserang kelompok bersenjata yang berujung pada penculikan sembilan awak kapal.
Kapal yang menjadi sasaran adalah trawler IB Fish 7, yang saat kejadian sedang beroperasi sekitar tujuh mil laut di barat daya Equata, Gabon. Menurut pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Nasional Gabon, kapal tersebut dinaiki oleh tiga orang bersenjata sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Para pelaku disebut menargetkan awak tertentu sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.
Menteri Pertahanan Nasional Gabon, Brigitte Onkanowa, menegaskan bahwa pemerintah memantau perkembangan kasus ini pada level tertinggi. Ia memastikan bahwa seluruh perangkat negara dikerahkan untuk menangani situasi tersebut.
Sejalan dengan itu, Kantor Jaksa Penuntut Umum Libreville secara resmi membuka penyelidikan guna mengungkap kronologi pasti pembajakan, termasuk mengidentifikasi kelompok kriminal yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Â
(luc/luc)[Gambas:Video CNBC]