MARKET DATA
Internasional

2 Kapal Pertamina Terjebak di Selat Hormuz, Pemerintah RI Lakukan Ini

Thea Fathanah Arbar,  CNBC Indonesia
06 March 2026 16:45
Pemandangan udara pantai Iran dan pulau Qeshm di Selat Hormuz, 10 Desember 2023. (REUTERS/Stringer/File Photo)
Foto: (REUTERS/Nicolas Economou)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia tengah melakukan upaya diplomasi terkait dua kapal tanker milik Pertamina yang dilaporkan terjebak di kawasan Selat Hormuz. Langkah ini ditempuh menyusul memanasnya konflik di Iran yang berdampak pada keamanan jalur pelayaran di kawasan tersebut.

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (ASPASAF) Kementerian Luar Negeri, Santo Darmosumarto, mengatakan pemerintah melalui perwakilan diplomatik di Teheran saat ini terus melakukan komunikasi intensif dengan otoritas setempat.

Menurut Santo, proses penanganan dilakukan melalui koordinasi diplomatik yang melibatkan berbagai pihak di Iran untuk memastikan kepentingan Indonesia tetap terlindungi.

"Hal tersebut sedang di-follow up oleh teman-teman kita di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran, karena conversation-nya memang harus dilakukan dengan pihak pemerintah Iran," kata Santo dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2026).

Ia menjelaskan, komunikasi tidak hanya dilakukan dengan satu institusi saja, melainkan dengan sejumlah pihak terkait di Iran mengingat kompleksitas situasi keamanan di kawasan tersebut.

"Memang saat ini sedang dilakukan upaya diplomasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait di Iran. Pihak-pihak tersebut tidak hanya satu atau dua, tetapi banyak pihak untuk memastikan kepentingan Indonesia terkait Pertamina dapat terus diberikan pelindungan," ujarnya.

Santo menegaskan pemerintah Indonesia juga berupaya memastikan kapal-kapal tersebut dapat melintas di Selat Hormuz dengan aman.

Meski demikian, ia mengakui kondisi keamanan di kawasan tersebut masih belum sepenuhnya kondusif. "Tapi memang kondisinya secara umum masih belum kondusif di sana. Namun kami terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah Iran," kata Santo.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan ada dua tanker Pertamina yang tertahan di kawasan Teluk Persia akibat situasi konflik yang melibatkan Iran. Bahlil menyebut Pemerintah RI tengah menempuh jalur diplomasi agar kapal tersebut dapat kembali melanjutkan perjalanan dengan aman menuju Indonesia.

(tfa/luc) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Iran Balas Dendam, Kapal Tank Minyak Sekutu AS Disita di Selat Hormuz


Most Popular
Features