Ini 8 Fakta Soal Sekolah Rakyat, Program Andalan Prabowo
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto berencana meresmikan Sekolah Rakyat (SR), sebuah program pendidikan gratis yang dirancang untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem serta memutus mata rantai kemiskinan.
Adapun, jumlah sekolah rakyat yang diresmikan mencapai 166 sekolah setara SD hingga SMA. Sepanjang 2025, program SR ini telah menyedot anggaran hingga Rp 6,6 triliun dari pagu Rp 8,2 triliun. Sekolah ini telah mendidik sebanyak 15.895 siswa dari keluarga kurang mampu di desil 1-2.
Peresmian akan dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru yang berada dilingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada 12 Januari 2026.
Berikut beberapa fakta penting tentang Sekolah Rakyat, dikutip dari Kemensos:
1. Gagasan Presiden Prabowo Subianto
Sekolah Rakyat sebagai langkah strategis memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Program ini merupakan inisitif langsung Presiden Prabowo Subianto dan menjadi bagian dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
"Karena ini bagian dari pengentasan kemiskinan. Anaknya sekolah, keluarganya diberdayakan. Anaknya lulus, keluarganya naik kelas (dan) menjadi berdaya. Ini istimewa dan ini tentu legacy dari Bapak Presiden Prabowo," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Gedung Aneka Bhakti Kemensos, Jakarta, Jum'at (9/1/2026).
Lebih lanjut, Gus Ipul menjelaskan pendirian Sekolah Rakyat dilatarbelakangi masih banyaknya anak-anak dari keluarga miskin yang sulit mengakses pendidikan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan lebih dari tiga juta anak usia sekolah berada dalam kondisi tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah dan berpotensi putus sekolah.
2. Proses Rekrutmen Siswa Berbasis DTSEN
Sekolah Rakyat ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem pada Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Proses rekrutmen siswa tidak berdasarkan tes akademik, melainkan mengacu pada DTSEN serta verifikasi langsung ke rumah siswa oleh pendamping dilapangan.
Pada masa matrikulasi diawal semester, setiap siswa mendapatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CGK) untuk identifikasi kondisi kesehatan. Disamping itu, siswa juga mengikuti DNA talent mapping untuk memetakan potensi dan bakatnya secara mendalam.
3. Sebanyak 15 Ribu Lebih Siswa Telah Menerima Manfaat Sekolah Rakyat
Mulai beroperasi sejak 2025, total 166 lokasi Sekolah Rakyat rintisan dibuka secara bertahap mulai Juli, Agustus, dan September. Tersebar di Sumatera 35 lokasi, Jawa 70 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara 7 lokasi, Kalimantan 13 lokasi, Sulawesi 28 lokasi, Maluku 7 lokasi, dan Papua 6 lokasi.
"Hari Senin (12/1) nanti akan diresmikan atau diluncurkan secara resmi Sekolah Rakyat rintisan di 166 titik," ujar Gus Ipul.
Sekolah Rakyat rintisan menampung 15.945 orang siswa dan mereka telah mengikuti proses pendidikan di Sekolah Rakyat selama satu semester pada Semester Gasal Tahun Ajaran 2025/2026. Ke depan jumlah sekolah rakyat akan terus bertambah dengan target 500 sekolah. Tiap sekolah mampu menampung 1.000 siswa.
4. Tahap Awal Menyerap Ribuan Tenaga Kerja
Sekolah Rakyat rintisan menyerap total 7.107 tenaga kerja terdiri dari 2.218 guru serta 4.889 tenaga kependidikan (Tendik). Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah seiring pembangunan Sekolah Rakyat permanen yang sudah dimulai sejak 2025 di 104 titik lokasi. Tersebar di Sumatera 26 lokasi, Jawa 40 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara 3 lokasi, Kalimantan 12 lokasi, Sulawesi 16 lokasi, Maluku 4 lokasi, dan Papua 3 lokasi.
5. Konsep Sekolah Asrama
Sekolah Rakyat adalah sekolah berasrama atau boarding school, seluruh kebutuhan siswa Sekolah Rakyat mulai dari seragam, makan, asrama, peralatan sekolah, dan lainnya, 100 persen akan ditanggung oleh negara.
Kemensos mengungkapkan format sekolah berasrama dipilih untuk membentuk karakter anak-anak menjadi lebih mandiri dan disiplin serta memiliki keterampilan, disamping memperoleh pendidikan akademik.
6. Menggunakan Kurikulum Khusus
Menurut Kemensos, kurikulum yang digunakan Sekolah Rakyat disusun khusus dengan pendekatan Multi Entry-Multi Exit (MEME) serta pendekatan individu (individual approach). Sistem ini memungkinkan siswa masuk kapan saja dan belajar berdasarkan capaian masing-masing, bukan semata mengikuti kalender ajaran yang sama seperti sekolah pada umumnya.
Setiap siswa juga menjalani DNA talent mapping untuk memetakan potensi dan bakatnya secara mendalam. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar pengembangan karakter, keterampilan, dan kecerdasan siswa selama proses belajar.
7. Miniatur Pengentasan Kemiskinan Terpadu
Program Sekolah Rakyat dinaungi oleh Kementerian Sosial bekerjasama dengan berbagai Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah. Program ini bukan sekadar peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan bagi anak-anak, namun juga miniatur dalam pengentasan kemiskinan terpadu.
Berbagai program prioritas Presiden terintegrasi dengan Sekolah Rakyat seperti Pemberdayaan orang tua siswa melalui PPSE, Perbaikan rumah melalui program 3 juta rumah, Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), Jaminan Kesehatan untuk orang tua dan siswa melalui PBI-JK, keluarga mendapatkan bansos lengkap seperti PKH dan Sembako, dan menjadi anggota Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
"Rumahnya nanti akan dibantu, orang tuanya jadi anggota Koperasi Desa Merah Putih, dapat bantuan sosial lengkap sesuai dengan periode tertentu, dapat PBI JKN, dapat makan bergizi dan cek kesehatan," jelas Gus Ipul.
8. Proses Hilirisasi Siswa Telah Dipersiapkan
Sekolah Rakyat memiliki keunggulan tersendiri, siswa tidak hanya dibekali pengetahuan tapi juga pendidikan karakter dan keterampilan. Proses hilirisasi telah disiapkan sejak siswa masuk ke Sekolah Rakyat melalui DNA Talent Mapping.
Adapun, para siswa akan dibimbing, diarahkan, dan difasilitasi sesuai dengan minatnya, baik yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, maupun yang ingin bekerja sesuai keterampilan dan keahlian.
Kemensos telah bekerjasama dengan berbagai perguruan tinggi untuk memfasilitasi beasiswa bagi siswa berprestasi dari Sekolah Rakyat yang ingin melanjutkan pendidikan. Beberapa di antaranya Universitas Ary Gianjar (UAG) dan ESQ Business School yang telah memfasilitasi beasiswa untuk lulusan Sekolah Rakyat kedepan.
Di samping memfasilitasi beasiswa, Kemensos juga memfasilitasi siswa yang ingin bekerja setelah lulus, kolaborasi dilakukan dengan pihak terkait seperti Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).
Kemudian untuk siswa Sekolah Rakyat jenjang Menengah Pertama yang memiliki kemampuan akademik yang memadai akan difasilitasi untuk melanjutkan pendidikan ke Sekolah Garuda.
Foto: Sekolah Unggul atau Sekolah rakyat. (Istimewa)Sekolah Unggul atau Sekolah rakyat. (Istimewa) |
Â
(haa/haa)[Gambas:Video CNBC]
Foto: Sekolah Unggul atau Sekolah rakyat. (Istimewa)