BLT Kesra Bakal Lanjut 2026? Ini Kata Menko Airlangga
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan Program Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah pada akhir tahun tidak akan berlanjut di tahun 2026.
Menko Airlangga menjelaskan bahwa program yang menargetkan 35 juta keluarga penerima manfaat (KPM) tersebut sejak awal memang dirancang sebagai dorongan konsumsi khusus untuk periode kuartal IV-2025.
"Ini adalah stimulan akhir tahun untuk mendorong daya beli masyarakat, mendorong juga pertumbuhan ekonomi," kata Airlangga di Kantor Pos Premier Rawamangun, Jakarta, dikutip Selasa (6/1/2026).
Dirinya menambahkan bahwa pemerintah akan memastikan pencairan BLT Kesra rampung sebelum tahun berakhir. Bantuan senilai Rp 900 ribu untuk periode Oktober, November, dan Desember 2025 tersebut ditargetkan tersalurkan sepenuhnya hingga penutupan tahun anggaran.
"Karena ini stimulan di akhir tahun ini untuk 35 juta KPM dan sudah direalisasikan 75%, jadi ini akan diselesaikan sampai bulan Desember," ujar Airlangga.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul sebelumnya mengungkapkan BLTS Kesra 2025 telah disalurkan kepada 28 juta lebih KPM yang dinyatakan layak menerima. Penyaluran dilakukan melalui Himbara maupun PT Pos Indonesia dengan target 35 juta KPM.
Sementara itu, sebanyak 2,8 juta KPM masih sedang proses verifikasi. Gus Ipul berharap proses ini dapat segera diselesaikan, sehingga penyaluran BLTS bisa rampung sebelum akhir tahun 2025.
"Yang kita harapkan nanti kita cut off-nya itu tanggal 17 Desember. Jadi kita tutup itu pemutakhiran data di 17 Desember. Setelah itu, hari berikutnya kita bersama PT Pos akan melakukan penyaluran tahap akhir," katanya saat peninjauan BLTS di Kantor Pos Jatinegara, dikutip Selasa (6/1/2026).
Ia menegaskan, bantuan tersebut tidak boleh digunakan untuk membeli rokok, kredit sepeda motor, atau untuk main judi online.
"Bapak-ibu sekalian, bantuan ini tentu diharapkan tidak disalahgunakan. Gunakan untuk kepentingan-kepentingan yang paling pokok. Mungkin keperluan anak-anak sekolah atau merintis usaha. Atau juga untuk hal-hal lain. Mudah-mudahan ada manfaatnya," jelasnya.
(haa/haa)[Gambas:Video CNBC]