MARKET DATA
WEF Annual Meeting 2026

Kenalkan Danantara di WEF, RI Unjuk Gigi Gaet Investor Global

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
09 January 2026 20:46
Coffee Morning Session Danantara Indonesia bertajuk World Economic Forum Annual Meeting 2026, Jumat (9/1/2026). (CNBC Indonesia/Robertus Andrianto)
Foto: Coffee Morning Session Danantara Indonesia bertajuk World Economic Forum Annual Meeting 2026, Jumat (9/1/2026). (CNBC Indonesia/Robertus Andrianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Danantara pertama kalinya akan ikut dalam gelaran World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss pada 19-23 Januari 2026.

Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia, Mohamad Al-Arief, mengungkapkan bahwa WEF 2026 merupakan kali pertama Danantara akan ikut.

"Suatu kehormatan bagi kami, ini partisipasi Danantara pertama dalam WEF. Kita didirikan bulan Februari, terakhir WEF diadakan tahun lalu bulan Januari ya. Dan memang rekan-rekan di BKPM dan Kadin biasa bermitra dalam menghadapi penyelenggaraan WEF, bagi kami ini yang pertama," jelas Arief saat Coffee Morning Danantara di Wisma Danantara, Jakarta pada Jumat (9/1/2025).

Danantara melihat WEF 2026 adalah momen untuk menjangkau akses global secara strategis demi kepentingan pembangunan dan pertumbuhan nasional.

"Ini juga upaya kami untuk memperkenalkan kita secara institusi ya di forum tersebut, bahwa kita memerlukan badan pengolahan investasi strategis nasional, dengan tata kelola yang baik dan kita bersiap sedia untuk menjadi mitra, mitra-mitra global yang ada nanti," imbuhnya.

Danantara sendiri memiliki mandat untuk mendorong investasi strategis di Indonesia lewat pendekatan yang terpadu antara kebijakan, investasi strategis, dan dunia usaha.
Sektor prioritas Danantara antara lain transisi energi, ketahanan pangan, dan industri bernilai tambah termasuk hilirisasi.

"Ini kesempatan kami untuk melihat dan juga mengembangkan mitra-mitra baru nanti di sana. Long term partnership dan kemungkinan adanya co-investments yang bisa kita explore di sana," jelas Arief.

Arief mengatakan bahwa Danantara juga berkoordinasi dengan Kadin Indonesia dan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM untuk menyiapkan diri berpartisipasi di WEF 2026 sejak pertengahan tahun lalu.

Sementara Deputi Promosi Penanaman Modal dan Hilirisasi Kementerian Investasi/BKPM Nurul Ichwan mengungkapkan WEF 2026 akan diikuti oleh sekitar 3.000 perusahaan global termasuk pemimpin negara.

Adapun perusahaan global yang turut hadir seperti Microsoft, ByteDance, dari Coca-Cola, Dell, Meta, Visa, UBS, Dow.

"Perusahaan-perusahaan antara lainnya adalah yang akan hadir dari Microsoft, ByteDance, dari Coca-Cola, Dell, Meta, Visa, UBS, Dow, kemudian S&P, Kearney, Mitsubishi, Volkswagen. Perusahaan-perusahaan besar itu semua akan hadir. Dan sekitar 30-an ya kepala negara yang juga diundang," ungkap Nurul.

Presiden Prabowo Subianto masuk dalam undangan menghadiri WEF 2026. Begitu juga dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Nurul menjelaskan di tengah ribuan perusahaan dunia beserta pemimpin dunia, Indonesia memiliki kesempatan untuk melakukan penjajakan investasi yang besar serta menunjukkan wajah Indonesia kepada dunia.

"Saya tegaskan bahwa dari sisi strategi promosi investasi ini adalah satu tahapan awal yang objektifnya adalah image building. Kita tidak punya tujuan langsung untuk berpromosi investasi. Tapi kehadiran kita di sana adalah menunjukkan inilah wajah Indonesia," ucap Nurul.

Selain rangkaian acara di WEF, Indonesia juga membuka acara sampingan khusus yakni Indonesia Pavilion.

(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Sejak Ada Danantara, Gaya Promosi Investasi RI Bak "Tangan di Atas"


Most Popular
Features