Putin Ngamuk! Rusia Tembak Rudal Hipersonik-'Bom' 200 Drone ke Ukraina
Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia kembali menggila di Ukraina. Pasukan Presiden Vladimir Putin meluncurkan 36 rudal dan 242 drone ke Ukraina semalam.
Mengutip AFP, angkatan udara Ukraina melaporkan Jumat (9/1/2026). Namun Ukraina mengklaim sistem pertahanan udaranya bekerja dengan menembak jatuh 226 drone dan 18 rudal.
"Serangan seperti itu di dekat perbatasan Uni Eropa dan NATO merupakan ancaman serius bagi keamanan di benua Eropa dan ujian bagi komunitas transatlantik," tulis Menteri Luar Negeri Andriy Sybiga di media sosial.
"Kami menuntut tanggapan yang kuat terhadap tindakan sembrono Rusia," tegasnya.
Di ibu kota Kyiv, serangan di seluruh kota menewaskan empat orang dan melukai sedikitnya 24 orang lainnya, termasuk petugas penyelamat darurat. Di sebuah gedung perumahan di tepi kiri kota, seorang petugas medis tewas saat menanggapi serangan ketika lokasi tersebut dihantam untuk kedua kalinya.
"Beberapa lingkungan gelap gulita... selama serangan rudal musuh besar-besaran," kata Walikota Vitali Klitschko.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia juga mengonfirmasi serangan. Kremlin mengatakan bahwa pasukan Moskow menyerang "target strategis" di Ukraina semalam dengan rudal hipersonik Oreshnik.
Oreshnik sendiri merupakan bagian dari persenjataan hipersonik Rusia yang terus berkembang. Rudal ini merupakan rudal balistik jarak menengah yang mampu menempuh jarak hingga 5.500 kilometer (3.400 mil), membawa hulu ledak konvensional atau nuklir.
Kementerian tidak memberikan detail lebih lanjut tentang serangan tersebut, tetapi mengatakan bahwa serangan itu sebagai tanggapan terhadap serangan drone pada bulan Desember di kediaman pemimpin Rusia Vladimir Putin. Ukraina sendiri membantah berada di balik serangan itu.
Serangan juga dilakukan setelah Ukraina menyerang perbatasan di Belgorod, Rusia. Gubernur mengatakan lebih dari setengah juta orang tanpa listrik dan pemanas, setelah serangan Ukraina menargetkan fasilitas umum di wilayah tersebut.
"Hampir 200.000 orang juga terputus dari pasokan air," tambah Vyacheslav Gladkov.
Sebelumnya, Kamis, Rusia mengecam rencana 28 poin perdamaian antara negeri itu dan Ukraina. Moskow tak setuju dengan pengerahan pasukan penjaga perdamaian Eropa ke Ukraina menyebutnya sebagai hal "berbahaya".
Rusia juga menyebut Kyiv dan sekutunya sebagai "poros perang". Ini kembali memadamkan harapan untuk mengakhiri konflik yang hampir berlangsung selama empat tahun ini dengan cepat.
(sef/sef)[Gambas:Video CNBC]