Belanja Subsidi 2025 Masih Tersisa Rp 26,33 T
Jakarta, CNBC Indonesia - Belanja subsidi yang direalisasikan pemerintah sepanjang tahun lalu belum sepenuhnya habis. Hal ini diungkap oleh Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers APBN, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Dia mengatakan, realisasi belanja subsidi sampai dengan 31 Desember 2025 hanya Rp 281,6 triliun atau 91,4% dari target APBN 2025 sebesar Rp 307,93 triliun. Dengan catatan itu, maka pagu anggaran untuk belanja subsidi sepanjang tahun lalu masih tersisa Rp 26,33 triliun.
"Di sini meliputi subsidi energi dan non energi," kata Suahasil.
Suahasil menjelaskan, realisasi subsidi pada 2025 dipengaruhi oleh fluktuasi asumsi makro dan parameter subsidi, seperti ICP, kurs, dan volume.
Lalu, juga terkait dengan pemangkasan birokrasi dalam penyaluran pupuk bersubsidi, sehingga distribusi pupuk lebih mudah dan cepat tersalurkan.
Ia pun merincikan, untuk realisasi subsidi dalam bentuk BBM bersubsidi sebanyak 18..979,3 ribu kilo liter atau lebih tinggi 4,7% dari realisasi pada 2024 sebanyak 18.121,9 ribu kilo liter.
LPG 3 Kg realisasinya 8.544,9 juta kilogram, lebih tinggi 3,9% dari realisasi pada tahun sebelumnya yang sebanyak 8.226,5 juta kilogram.
Listri bersubsidi realisainya sudah terkucur kepada 42,8 juta pelanggan atau 2,6% dari realisasi pada 2024 sebanyak 41,7 juta pelanggan.
Sementara itu, pupuk bersubsidi realisasinya sudah sebanyak 8,1 juta ton sepanjang tahun lalu, naik hingga 12,1% dibanding 2024 yang sebanyak 7,2 juta ton.
Demikian juga subsidi perumahan yang realisasinya pada 2025 terkucur kepada 278,9 ribu rumah, lebih tinggi 39,5% dibanding realiasi pada 2024 sebanyak 200 ribu rumah.
(arj/haa)[Gambas:Video CNBC]