Breaking! Purbaya Laporkan Defisit APBN 2025 Tembus 2,92%

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Kamis, 08/01/2026 14:07 WIB
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa dan jajaran melakukan konferensi pers APBNKITA di Jakarta, Senin (8/1/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Kementerian Keuangan RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per Desember 2025 sebesar Rp 695,1 triliun atau 2,92% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit ini sedikit lebih tinggi dari 2024 yang mencapai 2,3% dari PDB.

"Defisit naik ke 2,92% dari rencana awal 2,53% ini misi menjaga ekonomi ekspansi ini kebijakan countercyclical. Saya buat defisit 0 juga bisa tapi ekonomi morat-marit," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KITA, Kamis (8/1/2026).


"Saya yakin 2026 dengan membaiknya fondasi ekonomi dan momentum ekonomi ke depan, defisit bisa ditekan dengan dampak ekonomi ke masyarakat lebih besar. Tahun ini, kita asumsikan ekonomi 5,4%, kita coba tekan ke level lebih tinggi lagi," tegasnya.

Adapun, Purbaya menyampaikan keseimbangan primer juga tercatat defisit Rp180,7 triliun. Lebih lanjut, pendapatan negara mencapai Rp2.756,3 triliun atau 91,7%, dengan penerimaan pajak Rp 1.917,6 triliun, kepabeanan cukai Rp 300,3 juta dan PNBP Rp 534,1 triliun. Sementara itu, belanja mencapai Rp 2.602,3 triliun atau 96,3% dari perkiraan.

Foto: Materi paparan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan konferensi Pers APBN KITA Edisi Januari 2026 di Jakarta, Kamis (8/1/2026). (Tangkapan Layar Youtube/ Kementerian Keuangan RI)
Materi paparan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan konferensi Pers APBN KITA Edisi Januari 2026 di Jakarta, Kamis (8/1/2026). (Tangkapan Layar Youtube/ Kementerian Keuangan RI)

(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bank Dunia Ramal Defisit APBN Melebar, Purbaya: Sering Meleset