MARKET DATA

Pajak Moncer-Utang Aman, Purbaya Ungkap Realisasi APBN Semester I-2026

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
07 July 2026 14:08
Rapat Kerja dengan Menteri Keuangan & Gubernur BI. (Tangkapan Layar Youtube)
Foto: Rapat Kerja dengan Menteri Keuangan & Gubernur BI. (Tangkapan Layar Youtube)

Jakarta, CNBC Indonesia-Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) selama semester I-2026 defisit Rp196,5 triliun atau 0,76% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Defisit APBN dijaga batas aman," ungkapnya saat rapat kerja dengan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Jakarta, Selasa (7/7/2026)

Menurut Purbaya, dengan pola yang sama maka enam bulan ke depan defisit APBN akan di bawah 3% terhadap PDB.

"Kalau kita pakai cara sama 6 bulan 0,7% berarti kalau setahun 1,52%. Mereka akan tetap bilang anggaran parah. Ini angka terjadi betulan. Sepanjang tahun akan lebih tinggi karena ada belanja terakumulasi di triwulan II," paparnya.

Pendapatan negara secara keseluruhan mencapai Rp1.459,4 triliun atau tumbuh 21,4% (year on year/yoy). Terbesar berasal dari perpajakan Rp1.187,8 triliun meliputi pajak Rp1.035,7 triliun dan bea cukai Rp152 triliun.

"Reformasi pajak dan organisasi maupun personal berikan hasil menjanjikan ke depan ini akan lebih baik," tegas Purbaya.

Berikutnya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp271 triliun dan hibah Rp700 miliar.

Belanja negara berhasil direalisasikan Rp1.656 triliun, tumbuh 17,8% yoy. Rinciannya belanja KL Rp658,9 triliun dan non KL Rp639,7 triliun.

"Belanja pusat menjadi katalis pendukung ekonomi di semester I-2026," jelasnya.

Purbaya menambahkan realisasi transfer ke daerah Rp357,4 triliun atau tertinggi dalam 5 tahun terakhir. "Realisasai TKD tinggi ditentukan andil kinerja pemda menyerap anggaran," ujarnya.

(ras/mij) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Purbaya: Defisit APBN Capai Rp196,5 Triliun di Semester I-2026


Most Popular
Features