Pemerintah Bicara Kendala Perbaikan Infrastruktur Kelistrikan di Aceh
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan sejumlah kendala dalam upaya perbaikan infrastruktur kelistrikan di Aceh. Terutama di daerah yang terdampak bencana longsor dan banjir.
Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan secara umum kondisi kelistrikan di Aceh relatif aman. Namun, perbaikan jaringan listrik belum bisa dilakukan secara menyeluruh karena terkendala kondisi infrastruktur.
"Kemarin kan ada beberapa titik yang longsor tapi terus kemudian dipasang, kena longsor lagi. Tapi poinnya adalah kita berupaya untuk kelistrikan di sana relatif aman tetapi masyarakat juga aman. Dalam arti apa? Kalau misalnya di sana masih ada banjir, masih ada ya jangan dulu," ujar Tri ditemui di Jakarta dikutip Selasa (6/1/2026).
Sebelumnya, PT PLN (Persero) mengungkap dampak kerusakan infrastruktur kelistrikan akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatra, khususnya Provinsi Aceh. Dimana, skala kerusakan yang terjadi kali ini disebut jauh lebih parah dibandingkan bencana tsunami Aceh 2004.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo secara blak-blakan membandingkan tingkat kerusakan infrastruktur listrik saat ini dengan kejadian tsunami Aceh tahun 2004. Sebaran kerusakan akibat banjir kali ini justru lebih masif dan merusak ratusan titik vital kelistrikan yang tersebar di berbagai wilayah.
"Untuk bencana kali ini dibanding dengan tsunami 2004 itu sangat berbeda. Pada saat tsunami 2004, kerusakan sistem kelistrikan ada di 8 titik, sedangkan bencana kali ini di Aceh ada 422 titik. Jadi skalanya sangat berbeda, kali ini sangat masif," ungkap Darmawan dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pasca Bencana, disiarkan daring, dikutip Rabu (31/12/2025).
Adapun, pemulihan sistem kelistrikan saat ini bergantung pada akses evakuasi material ke lokasi terdampak. Selain kendala akses, pihaknya juga menemui situasi dilematis di mana jaringan listrik desa sudah berhasil dipulihkan, namun listrik belum bisa dialirkan ke rumah warga karena kerusakan bangunan yang parah.
Kondisi rumah yang hancur atau masih tertimbun lumpur membuat penyalaan aliran listrik ke rumah-rumah menjadi sangat berbahaya dan beresiko tinggi.
"Jadi desanya sudah menyala tetapi rumah-rumah pelanggan PLN juga masih tertimbun dengan lumpur sehingga kami belum berani menyalakan Bapak, karena nanti bisa tersengat," katanya.
Dengan begitu, PLN terus berupaya memulihkan kelistrikan tidak hanya di pemukiman, tetapi juga di fasilitas pelayanan publik seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Puskesmas.
(pgr/pgr)[Gambas:Video CNBC]