MARKET DATA

Aceh, Sumbar-Papua Siaga Sepekan ke Depan, BMKG Kasih Peringatan Ini

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
06 January 2026 17:20
BMKG (Farih Maulana/detikcom)
Foto: BMKG (Farih Maulana/detikcom)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan kewaspadaan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia untuk sepekan ke depan. Wilayah seperti Aceh, Sumatra Barat, hingga Papua masuk kategori siaga menyusul potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai angin kencang.

Dalam sepekan terakhir, hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem telah terjadi di berbagai daerah. BMKG mencatat hujan ekstrem terjadi di DI Yogyakarta dengan intensitas mencapai 165 mm per hari dan Sumatra Barat sebesar 159,2 mm per hari. Sementara itu, hujan sangat lebat juga tercatat di Kalimantan Barat (108,6 mm per hari) dan Maluku (103,3 mm per hari).

BMKG menjelaskan, peningkatan intensitas hujan tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang masih aktif. Faktor pemicunya antara lain kondisi La Nina lemah, angin Monsun Asia yang lebih kuat dari normal bersamaan dengan seruakan dingin (cold surge), keberadaan Bibit Siklon Tropis 91S, aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO), serta perambatan gelombang ekuator. Kombinasi faktor ini mendukung pertumbuhan awan konvektif dan meningkatkan potensi hujan di berbagai wilayah.

Dinamika Atmosfer Sepekan ke Depan

BMKG memprakirakan, dalam sepekan ke depan dinamika atmosfer global, regional, dan lokal masih akan berperan signifikan. Pada skala global, fenomena El Niño-Southern Oscillation (ENSO) terpantau menguat pada fase negatif yang menandakan La Niña lemah, sehingga berpotensi meningkatkan pasokan uap air di wilayah Indonesia. Kondisi ini diperkuat oleh suhu muka laut yang relatif hangat di sejumlah perairan Indonesia.

BMKG juga memprakirakan MJO aktif melintasi wilayah Aceh, Sumatera bagian selatan, Jawa, Kalimantan, Maluku, Maluku Utara, hingga sebagian besar Papua. Selain itu, Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuator diperkirakan aktif di wilayah Aceh, Jawa, NTB, NTT, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan, yang turut meningkatkan peluang hujan.

Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 91S yang telah berkembang menjadi Siklon Tropis Jenna (kategori 1) pada 5 Januari 2026 pukul 13.00 WIB, terpantau berada di Samudra Hindia barat daya Lampung dan bergerak ke arah selatan. Intensitasnya diprediksi meningkat menjadi kategori 2 dalam beberapa hari ke depan. Dampak tidak langsungnya berupa gelombang tinggi, angin kencang, dan hujan lebat diperkirakan terjadi di Sumatra bagian selatan dan Jawa bagian barat.

Pada periode 6-8 Januari 2026, cuaca Indonesia umumnya didominasi hujan ringan hingga lebat. BMKG meminta kewaspadaan terhadap hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di hampir seluruh wilayah Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

BMKG menetapkan status Siaga (hujan lebat-sangat lebat) untuk wilayah Aceh, Sumatra Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Papua Pegunungan. Sementara potensi angin kencang diwaspadai di Lampung, Bengkulu, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, dan Papua Selatan.

Pada periode 9-12 Januari 2026, hujan ringan hingga lebat masih mendominasi. BMKG kembali menetapkan status Siaga untuk Sumatra Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Utara, dan Papua Selatan. Adapun potensi angin kencang diperkirakan terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Barat Daya.

BMKG menegaskan prakiraan ini bersifat umum dan dapat berubah sesuai perkembangan atmosfer. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama banjir, longsor, dan angin kencang, serta aktif memantau informasi resmi BMKG melalui kanal-kanal resmi BMKG.

BMKG juga menyediakan layanan Digital Weather for Traffic (DWT) yang terintegrasi untuk memantau kondisi cuaca sepanjang jalur perjalanan darat, laut, dan udara, guna mendukung aktivitas masyarakat agar tetap aman di tengah cuaca ekstrem awal 2026.

(dce)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Eks Siklon Tropis Senyar OTW Malaysia, 3 Provinsi Sumatra Masih Bahaya


Most Popular
Features