MARKET DATA

Diam-Diam RI Ekspor Ribuan Mobil ke Venezuela, Merek Ini Laku Keras

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
06 January 2026 15:30
Toyota Yaris Cross 1.500 AT G 4x2. (Dok. Toyota)
Foto: Toyota Yaris Cross 1.500 AT G 4x2. (Dok. Toyota)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah sorotan isu geopolitik dan tekanan ekonomi di Amerika Latin, Indonesia ternyata masih aktif mengekspor mobil ke Venezuela. Sepanjang Januari-November 2025 berjalan, ribuan unit kendaraan buatan Toyota dari dalam negeri dikirim ke negara tersebut.

Di tengah situasi gejolak geopolitik tersebut, ada kekhawatiran ekspor mobil dari Indonesia ikut terganggu. Namun kalangan pabrikan enggan khawatir.

"Kita masih mempelajari isu tersebut," kata Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam kepada CNBC Indonesia, Selasa (6/1/2025).

Salah satu dampak yang kemungkinan paling terasa ialah kenaikan tarif logistik. Pengiriman berpotensi harus menempuh jarak lebih jauh demi kondisinya yang aman.

"Ya kalau sedang bergejolak, logistik cari aman dan jalur bisa lebih panjang jadi naik ongkosnya," kata Bob.

Ada satu model tampil paling dominan dibanding lainnya. Berdasarkan data ekspor, Toyota Wigo menjadi model yang paling banyak dikapalkan dari Indonesia. Untuk varian Wigo 1.200 AT G 4x2, total ekspor mencapai 3.767 unit. Pengiriman berlangsung cukup stabil sejak awal tahun, meski sempat nihil pada April dan Oktober. Lonjakan signifikan terlihat pada Mei dengan 542 unit, kemudian berlanjut pada Juni, Juli, hingga September yang masing-masing mencatat pengiriman di atas 400 unit. Puncak tertinggi terjadi pada November dengan 868 unit sekaligus.

Selain Wigo bertransmisi otomatis, Indonesia juga mengekspor Wigo khusus pasar Venezuela dengan varian 1.200 MT G 4x2. Total pengiriman model ini mencapai 1.102 unit. Polanya relatif serupa, dengan tidak ada pengiriman pada April dan Oktober. Namun setelah Mei, ekspor kembali meningkat dan bertahan di kisaran lebih dari 100 unit per bulan, sebelum melonjak ke 238 unit pada November.

Sementara itu, Toyota Yaris Cross 1.500 AT G 4x2 juga ikut dikirim ke luar negeri meski volumenya lebih kecil. Total ekspor model ini tercatat 1.008 unit. Pengiriman tersebar sepanjang tahun dengan angka yang fluktuatif. Mei menjadi bulan tertinggi dengan 174 unit, sementara Juni menjadi yang terendah dengan hanya 51 unit. Tidak ada pengapalan pada April, namun ekspor kembali berjalan hingga November.

Jika digabungkan, total ekspor ketiga model tersebut menembus hampir 6.000 unit. Data ini menunjukkan, pasar Venezuela masih menyerap kendaraan asal Indonesia, meski dalam kondisi ekonomi dan politik yang tidak sepenuhnya stabil. Wigo pun tampil sebagai tulang punggung ekspor mobil RI ke negara tersebut, jauh mengungguli model lain dari sisi volume.

Berikut data ekspor mobil Indonesia ke Venezuela:

Yaris Cross 1.500 AT G 4x2

Januari 119
Februari 111
Maret 76
April -
Mei 174
Juni 51
Juli 114
Agustus 63
September 114
Oktober 111
November 75
Total 1.008

Wigo 1.200 AT G 4x2

Januari 229
Februari 238
Maret 104
April -
Mei 542
Juni 470
Juli 430
Agustus 444
September 442
Oktober -
November 868
Total 3.767

Wigo 1.200 MT G 4x2

Januari 68
Februari 65
Maret 36
April -
Mei 157
Juni 155
Juli 131
Agustus 134
September 118
Oktober -
November 238.

Total: 1.102 unit.

Toyota Wigo 1.200 AT G 4x2. (Dok. toyota)Foto: Toyota Wigo 1.200 AT G 4x2. (Dok. toyota)
Toyota Wigo 1.200 AT G 4x2. (Dok. toyota)

(dce)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Penjualan Mobil September 2025 Lesu-LCGC Anjlok 33%, Nasib 2025 Gelap?


Most Popular
Features