MARKET DATA

Kisruh Venezuela Dipastikan Tak Ganggu Suplai Minyak RI

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
06 January 2026 13:15
Blok minyak dan gas bumi (migas) yang dioperasikan PT Pertamina Hulu Energi (PHE). (Dok. PHE)
Foto: Blok minyak dan gas bumi (migas) yang dioperasikan PT Pertamina Hulu Energi (PHE). (Dok. PHE)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan konflik yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela seiring dengan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak akan berdampak terhadap pasokan dan harga minyak mentah Indonesia.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan hingga kini pemerintah belum melihat adanya potensi gangguan langsung terhadap kebutuhan BBM dalam negeri imbas konflik tersebut.

Di samping itu, ia menambahkan bahwa pasokan minyak mentah untuk kebutuhan domestik bukan bersumber dari Venezuela. "Kita sumber crude nya itu bukan dari sana. Jadi dari wilayah lain. Jadi masih stabil," kata Laode ditemui di Jakarta, dikutip Selasa (6/1/2026).

Seperti diketahui, Indonesia melalui PT Pertamina (Persero) tercatat memiliki lapangan minyak di Venezuela. Aset tersebut berada di bawah pengelolaan Maurel & Prom (M&P), yang 71,09 persen sahamnya dimiliki PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP).

Sebelumnya, Manager Relations Pertamina Internasional EP (PIEP) Dhaneswari Retnowardhani memastikan hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap aset maupun operasional perusahaan di Venezuela.

"Sehubungan dengan perkembangan situasi terkini, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap aset dan staf M&P di Venezuela," kata Dhaneswari dalam keterangan tertulis, Senin (5/1/2026).

Menurut dia, pihaknya terus melakukan pemantauan secara cermat terhadap perkembangan situasi geopolitik dan keamanan di negara tersebut. Selain itu, koordinasi juga dilakukan secara berkelanjutan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Caracas sebagai bagian dari langkah kehati-hatian perusahaan.

"Serta menjalin koordinasi yang berkelanjutan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas sebagai bagian dari langkah kehati-hatian dan komitmen perusahaan dalam memastikan keselamatan serta keberlangsungan operasional," katanya.

Mengutip situs resmi PIEP, melalui kepemilikan tidak langsung di Maurel & Prom, Pertamina memiliki pengelolaan pada beberapa lapangan minyak di Venezuela.

Antara lain seperti di Petroregional (Urdaneta West) di mana perusahaan memegang 50 persen saham dengan tingkat produksi sekitar 40 persen (setara 32 persen secara neto bagi M&P).

Berikutnya yakni aset di Lagopetrol (Block 70/80), di mana M&P memiliki 10 persen kepemilikan melalui Integra, dengan produksi sekitar 26,35 persen (sekitar 2,635 persen secara neto bagi M&P).

(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Terkuak Alasan Trump Buka Perang Baru di Venezuela: Minyak


Most Popular
Features