MARKET DATA

Maskapai Dunia Ramai-Ramai Perbaiki Pewasat Airbus Ini, Ada Apa?

Teti Purwanti,  CNBC Indonesia
30 November 2025 10:40
Sebuah Airbus A350-1000 terbang saat pertunjukan terbang udara menjelang Singapore Airshow di Changi Exhibition Centre di Singapura, 18 Februari 2024. REUTERS/Edgar Su
Foto: Sebuah Airbus A350-1000 terbang saat pertunjukan terbang udara menjelang Singapore Airshow di Changi Exhibition Centre di Singapura, 18 Februari 2024. REUTERS/Edgar Su

Jakarta, CNBC Indonesia - Maskapai penerbangan dunia ramai-ramai memperbaiki masalah perangkat lunak pada jet Airbus A320. Hal ini dilakukan karena penarikan sebagian pesawat oleh pembuat pesawat Eropa itu, yang menghentikan ratusan penerbangan di Asia dan Eropa serta mengancam perjalanan di Amerika Serikat (AS) selama akhir pekan ini.

ATas hal itu, para maskapai penerbangan bekerja sepanjang malam pasca regulator global meminta untuk memperbaiki masalah tersebut sebelum melanjutkan penerbangan. Beberapa maskapai menyatakan telah menyelesaikan atau hampir menyelesaikan perbaikan armada mereka, termasuk American Airlines (AAL.O), United Airlines (UAL.O), Air India, Delta Air Lines (DAL.N), dan Wizz Air (WIZZ.L) dari Hungaria.

Banyak yang melaporkan tidak ada dampak pada operasi. Upaya semalam oleh maskapai penerbangan tampaknya membantu mencegah skenario terburuk dan membatasi jumlah penundaan penerbangan di Asia dan Eropa.

Di Amerika Serikat, Menteri Perhubungan Sean Duffy mengatakan bahwa maskapai penerbangan AS yang terdampak sebelumnya sudah melaporkan kemajuan yang luar biasa, dan berada di jalur yang tepat untuk memenuhi tenggat waktu Minggu tengah malam ini untuk menyelesaikan pekerjaan.

"Kami tidak boleh menghadapi gangguan sekecil apapun," tegas Sean Duffy dikutip dari Reuters, Minggu (30/11/2025).

Analis penerbangan yang berbasis di Asia, Brendan Sobie, mengatakan pembaruan tersebut tidak semrawut seperti yang mungkin dipikirkan sebagian orang.

"Namun, memang menimbulkan beberapa masalah jangka pendek bagi operasional," ungkap Sobie

CEO Airbus Guillaume Faury meminta maaf kepada maskapai penerbangan dan penumpang setelah penarikan mendadak 6.000 pesawat atau lebih dari separuh armada keluarga A320 global, yang baru-baru ini menyalip Boeing 737 sebagai model yang paling banyak dikirimkan di industri.

Peringatan hari Jumat ini menyusul hilangnya ketinggian yang tidak disengaja pada pesawat JetBlue (JBLU.O) pada tanggal 30 Oktober, penerbangan dari Cancun, Meksiko, ke Newark, New Jersey, yang melukai 10 penumpang, menurut badan kecelakaan BEA Prancis, yang sedang menyelidiki insiden tersebut.

(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Geger Moncong Pesawat Airbus Pecah Ditabrak Burung saat Take Off


Most Popular