Pertamina Wujudkan Sentra Perikanan Terintegrasi di Banyuasin Sumsel

Khoirul Anam, CNBC Indonesia
Jumat, 29/08/2025 17:18 WIB
Foto: dok Pertamina

Jakarta, CNBC Indonesia - Pertamina melalui Subholding PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) III Plaju menghadirkan program "Belida Musi Lestari". Program ini menjadi pengembangan kawasan sentra perikanan terintegrasi berkelanjutan dari hulu hingga hilir, di Desa Sungai Gerong, Banyuasin, Sumatera Selatan.

Desa Sungai Gerong Banyuasin menjadi salah satu Desa Energi Berdikari (DEB) di wilayah Sumatera Selatan yang diresmikan Pertamina pada 28 Agustus 2025.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengatakan Pertamina berkomitmen dalam menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat melalui pendekatan keberlanjutan.


"Program Belida Musi Lestari menjadi wujud kepedulian Pertamina terhadap lingkungan dan masyarakat. Pertamina tidak hanya fokus menjaga kelestarian ikan Belida sebagai satwa endemik, tetapi juga menciptakan dampak sosial-ekonomi positif melalui pemberdayaan masyarakat," ucap Fadjar dikutip Jumat (29/8/2025).

Manager CSR and SMEPP Management PT KPI, Edward Manaor Siahaan, mengungkapkan, program CSR dengan konsep Circular Economy dari RU III Plaju ini dapat menciptakan kemandirian masyarakat sekitar area operasi, serta menjadikan sentra perikanan hulu hilir terintegrasi.

"Program ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan warga sekaligus menjaga keberlangsungan lingkungan," ujar Edward.

Program ini berawal dari kegiatan penyelamatan ikan Belida sejak 2019 kemudian berkembang menyentuh aspek pemberdayaan masyarakat pada 2021 melalui keterlibatan Pokdakan (Kelompok Pembudidaya Ikan).

Hingga kini, program tersebut berhasil memunculkan 18 sentra perikanan terintegrasi end-to-end, mendorong kemandirian masyarakat sekaligus mengatasi kesenjangan dan kemiskinan bagi 7 kelompok rentan dengan jumlah penerima manfaat secara langsung dan tidak langsung.

"Mereka terdiri dari pembudidaya ikan, buruh harian lepas, nelayan, ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK), serta anak dan balita kurang gizi," rinci Edward.

Di hulu, terdapat beberapa budidaya ikan, sedangkan di hilir Pertamina turut memajukan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui inovasi produk olahan, seperti nugget ikan, kerupuk tulang, kerupuk daging, keripik kulit, stik telur gabus, ikan salai patin-lele, hingga stik akar kelapa ikan patin.

Kepala Dusun Desa Sungai Gerong, Aris Riyadi, menambahkan, program CSR Pertamina dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

"Pertamina mengangkat desa kami yang dulunya tertinggal untuk mulai bangkit, terutama dalam pelatihan budidaya perikanan yang sebelumnya tidak kami ketahui," ujar Aris.

Selain itu, program ini juga terintegrasi dengan layanan kesehatan Posyandu setempat, yang mampu mengatasi gizi buruk dengan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan MPASI berbasis ikan dan sayuran hidroponik. Hingga kini telah dihasilkan 40 produk PMT dan MPASI berbasis ikan.

Kehadiran program "Belida Musi Lestari" diharapkan menjadi inspirasi keberlanjutan dan kemandirian masyarakat di wilayah Sumatera Selatan dan inspirasi keberlanjutan wilayah lain di Indonesia.


(dpu/dpu)
Saksikan video di bawah ini:

Video: BBM Langka di SPBU Shell-BP, Bahlil Sarankan Beli di Pertamina