
Ekonomi RI Tumbuh 5,12% di Kuartal II, Pemerintah Tambah Stimulus Lagi

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah memastikan gelontoran stimulus ekonomi seperti kuartal II-2025 akan terus dilanjutkan pada sisa kuartal III-2025 untuk memastikan pertumbuhan ekonomi terjaga di atas 5%, sebagaimana kuartal II-2025 yang mampu tumbuh 5,12% yoy.
Di samping stimulus, pemerintah juga mengharapkan stabilitas politik dan sosial kembali kondusif untuk menjaga daya tahan ekonomi. Salah satunya ialah meredanya demonstrasi yang hingga saat ini masih memanas di Ibu Kota.
"Kami dengan teman-teman sudah menyiapkan berbagai instrumen stimulus ekonomi dan lain-lain, mudah-mudahan situasi hari ini juga kondusif karena kita berharap sisa waktu tinggal sebulan di kuartal III, dan bisa kami dorong betul," ucap Sekertaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono, Jumat (29/8/2025).
Sebagaimana diketahui, pada kuartal II-2025 pemerintah telah menggelontorkan sejumlah stimulus ekonomi untuk mendorong sisi permintaan dan pasokan, seperti diskon transportasi publik senilai Rp 940 miliar, hingga diskon tarif tol senilai Rp 650 miliar-Non APBN).
Lalu, ada penebalan bantuan sosial atau bansos senilai Rp 11,93 triliun, Bantuan Subsidi Upah (BSU) Rp 10,72 Triliun, dan perpanjangan Diskon luran JKK Rp 200 miliar-Non APBN.
Deretan stimulus itu kata Susiwijono akan terus digencarkan pada kuartal III-2025 sambil melakukan evaluasi untuk menilai perlu tidaknya stimulus tambahan hingga akhir September 2025.
"Kami sedang evaluasi beberapa sektor yang menjadi komponen utama PDB kita, yang terkait dengan dorongan konsumsi kita, spendingnya seperti apa, apakah cukup di sisi demand-supply nya Ini sedang kita evaluasi sama-sama," ujar Susiwijono.
(arj/mij)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Tebar Diskon Listrik Sampai BSU, Pemerintah Mau Ekonomi Balik ke 5%