Ngeri! Tsunami PHK di RI Nyata, Data Pemerintah Ini Buktinya

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
14 February 2023 08:40
cover topik/ Pesangon PHK_dalam Foto: cover topik/ Pesangon PHK_dalam

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenakaer) mengungkapkan, jumlah karyawan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) tercatat sudah mencapai ratusan ribu, mencakup pekerja mulai dari manufaktur hingga startup.

"2022 ada sekitar 490 ribu," kata Sekretaris Jenderal Kemnaker Anwar Sanusi usai rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Senin (13/2/2023).

Jumlah tersebut bisa meningkat di awal 2023 ini. Namun, Anwar belum bisa memastikan berapa jumlah perkiraan angka PHK hingga saat ini.

"Sampai Februari masih di awal, kita masih melihat data yang paling pasti karena datanya bisa dilihat dari beberapa sumber misal dari klaim Jaminan Hari Tua (JHT), intinya kita nggak tahu pasti," katanya.

Tingginya angka PHK memang terlihat dari salah satu sektor, misalnya tekstil.

Sekjen Asosiasi Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta mengungkapkan, pemangkasan pekerja di pabrik tekstil dan produk tekstil bisa mencapai 500 ribu orang.

Mulai dari karyawan dirumahkan, dipangkas jam kerja, kontrak tak diperpanjang, hingga PHK tetap.

Menurut Redma, hal itu dipicu perlambatan ekspor yang menekan utilisasi pabrik, hingga efek domino gempuran produk impor di dalam negeri.

"PHK masih terus berlanjut, tapi pemerintah nggak percaya. Awalnya ada yang jam kerja dipangkas, tadinya 6 hari dikurangi jadi 4 hari, mereka di-rolling. Lalu, ada yang dirumahkan, upahnya dibayar 20%. Kemudian terminate (putus/ tidak diperpanjang) kontrak, lalu PHK," kata Redma kepada CNBC Indonesia beberapa waktu lalu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bukan Main-Main Gelombang PHK Merembet ke Jateng, Ribuan Kena


(dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading