Internasional

Bukan Cuma Bumi, AS-China 'Perang Harta Karun' di Bulan!

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
03 January 2023 10:30
Pada hari ke-19 misi Artemis I (4/12/2022), sebuah kamera yang dipasang di pesawat ruang angkasa Orion menangkap Bulan tepat dalam bingkai saat Orion bersiap untuk terbang lintas kembali pada 5 Desember, ketika melewati kira-kira 79 mil di atas permukaan bulan. (Flickr/NASA Johnson) Foto: Pada hari ke-19 misi Artemis I (4/12/2022), sebuah kamera yang dipasang di pesawat ruang angkasa Orion menangkap Bulan tepat dalam bingkai saat Orion bersiap untuk terbang lintas kembali pada 5 Desember, ketika melewati kira-kira 79 mil di atas permukaan bulan. (Flickr/NASA Johnson)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kompetisi antara Amerika Serikat (AS) dan China berlanjut di Bulan. Kedua negara dilaporkan sedang berjuang untuk menguasai bagian kaya sumber daya di satelit bumi itu.

Administrator NASA Bill Nelson menyebutkan bahwa saat ini China mencoba untuk menguasai lokasi yang paling kaya sumber daya di Bulan jika AS kalah dalam persaingan itu.

"Itu fakta: kami sedang dalam perlombaan luar angkasa," kata Nelson dalam wawancara dengan Politico, yang dikutip Russia Today, Selasa (3/1/2023).

"Dan memang benar bahwa kami lebih baik berhati-hati agar mereka (China) tidak sampai ke suatu tempat di bulan dengan kedok penelitian ilmiah. 'di sini, ini wilayah kita'."

Nelson menambahkan bahwa China saat ini berpotensi membangun pangkalan militer di bagian Kutub Selatan Bulan. Ini, tuturnya, sama dengan apa yang dilakukan Beijing di wilayah Laut China Selatan.

"Masalahnya adalah ada begitu banyak tempat di Kutub Selatan bulan yang cukup untuk apa yang kita pikirkan, pada saat ini, untuk memanen air dan sebagainya."

Pada 2019, China menjadi negara pertama yang melakukan pendaratan lunak di sisi jauh Bulan sebagai bagian dari misi robotik Chang'e 4. Proyek itu kemudian dapat mengirimkan sampel bulan kembali ke Bumi.

Beijing mengatakan akan menempatkan manusia di bulan sebelum tahun 2030 dan, kemudian, akan mendirikan stasiun penelitian ilmiah di sana.

Dalam beberapa tahun terakhir, China National Space Administration (CNSA) juga telah berhasil mengirim pengorbit dan penjelajah ke Mars, serta meluncurkan stasiun luar angkasa nasionalnya ke orbit Bumi.

"China dalam dekade terakhir telah meraih kesuksesan dan kemajuan luar biasa dalam program luar angkasanya," Nelson mengakui.

Namun, ia masih menyatakan keyakinannya bahwa NASA memiliki apa yang diperlukan untuk memenangkan perlombaan lagi dan memenuhi tujuan yang ditetapkan untuk mengirim misi berawak ke Bulan pada tahun 2025.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

China Beri Jawaban Menohok Usai Disebut 'Lebay' oleh AS


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading