Covid RI Melandai Tapi Jangan Happy Dulu, Waspadai China!

News - Maesaroh, CNBC Indonesia
27 December 2022 16:55
Pengemudi ambulans menurunkan pasien di luar klinik demam yang merawat pasien COVID-19 di Beijing, China, Rabu (21/12/2022). Kondisi pandemi Covid-19 di China terus memburuk seiring dengan berakhirnya kebijakan penguncian ketat di seluruh negeri. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images) Foto: Pengemudi ambulans menurunkan pasien di luar klinik demam yang merawat pasien COVID-19 di Beijing, China, Rabu (21/12/2022). Kondisi pandemi Covid-19 di China terus memburuk seiring dengan berakhirnya kebijakan penguncian ketat di seluruh negeri. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penyebaran kasus Covid-19 di Indonesia terus melandai. Namun, Indonesia tidak boleh lengah karena lonjakan kasus tengah terjadi di banyak negara seperti China dan Jepang.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tambahan kasus Coid-19 dalam sepekan terakhir (20-26 Desember 2022) menembus 6.186. Jumlah tersebut turun drastis 40,5% dibandingkan yang tercatat pada pekan sebelumnya (10.391).

Melandainya kasus di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari terus turunnya kasus di Jakarta dan Jawa Barat, dua episentrum penyebaran Covid.

Jakarta melaporkan tambahan kasus sebanyak 1.882 dalam sepekan terakhir, turun 43,3% dibandingkan pekan sebelumnya. Kasus di Jawa Barat turun 41% sepekan menjadi 1.628 pada periode 20-26 Desember 2022.

Sementara itu, kasus di Jawa Tengah bertambah 378 dalam sepekan terakhir atau turun 39% sepekan. Tambahan kasus di Jawa Timur tercatat 593 dalam sepekan terakhir atau turun 38,8%.

Kasus kematian di Indonesia juga turun drastis menjadi 127 jiwa dalam sepekan terakhir. Jumlah tersebut berkurang 24,9% dibandingkan pada pekan sebelumnya yang tercatat 169.

Kasus Covid-19 aktif yang ada di masyarakat Indonesia juga berkurang dari 25.727 yang tercatat pada Selasa pekan lalu menjadi 17.473 pada Senin kemarin (26/12/2022).

Kendati terus melandai, epidemiolog dan peneliti Indonesia dari Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman mengingatkan Indonesia masih harus waspada. Terlebih lonjakan kasus terjadi di sejumlah negara seperti China dan Jepang.

"Sekali lagi kita tidak bisa over confidence dan mengatakan situasi terkendali," ujar Dicky, kepada CNBC Indonesia.

Nataru Jadi Ujian Terakhir Covid-19 di Indonesia
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading