Luhut Sebut Harta Karun RI, 78 Tahun Di Ekspor Mentah-mentah

News - Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
07 December 2022 09:05
4 Daerah RI Ini Simpan Harta Karun Top 2 Dunia, Kaya Raya! Foto: Infografis/ 4 Daerah RI Ini Simpan Harta Karun Top 2 Dunia, Kaya Raya!/ Ilham Restu

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia diketahui memiliki beragam 'harta karun' berupa sumber daya mineral, seperti misalnya nikel, bauksit, timah hingga konsentrat tembaga. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, 'harta karun' itu sudah sejak 78 tahun dieskpor secara mentah.

Menteri Luhut menegaskan, bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar yang kaya akan mineral. Namun, kekayaan akan sumber daya mineral tersebut belum memberikan nilai tambah yang signifikan bagi negara.

"Kita sangat kaya mineral tapi selama dekade ini kita hanya ekspor material sejak 78 tahun lalu. Kita perlu nilai tambah mineral untuk masuk ke Indonesia seperti nilai tambah nikel, tin, bauksit hingga tembaga," ungkap Luhut dalam acara 10th US-Indonesia Investment Summit, Selasa (6/11/2022).

Seperti yang diketahui, saat ini Indonesia gencar mengembangkan hilirisasi komoditas pertambangan mineral ini. Sejak awal tahun 2019 Indonesia sudah melarang ekspor bijih nikel ke luar negeri dan melakukan hilirisasi nikel.

Dengan hilirisasi nikel itu, nilai tambah dari komoditas itu melejit pada tahun 2021 yang tercatat mencapai US$ 20,8 miliar dari yang sebelumnya pada tahun 2017 - 2018 hanya US$ 1,1 miliar.

Nah, pada tahun ini sesuai dengan ketentuan dalam Undang-undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba), di tahun 2023 ekspor bauksit akan dilarang dan perusahaan wajib mengembangkan hilirisasi bauksit di dalam negeri.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan dirinya akan segera mengumumkan kebijakan soal pelarangan ekspor mineral mentah bauksit dalam waktu dekat ini.

Presiden Jokowi mengatakan, hilirisasi pertambangan adalah sesuatu yang konsisten dan harus terus dilakukan untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi negara ini. Setelah kebijakan pelarangan ekspor bijih nikel pada 2020 lalu, dalam waktu dekat pemerintah akan melarang ekspor bauksit.

"Tadi pagi, kita sudah berbicara mengenai, setelah nikel, tadi pagi kita telah berbicara mengenai bauksit. Dan, segera kita putuskan kapan akan kita larang ekspor bahan mentah dari bauksit. Segera akan kita umumkan, karena investasi juga menyangkut pembukaan lapangan kerja yang sangat diperlukan saat ini," ungkap Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa (06/12/2022), yang ditayangkan melalui kanal YouTube Sekretarian Presiden.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tugas Baru Jokowi ke Luhut: Urus PMK!


(pgr/pgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading