Internasional

Semua Minggir! Putin Mau Buat 'NATO' Energi di Asia

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
01 December 2022 14:30
Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri konferensi pers setelah pertemuan trilateral dengan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev dan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan di Sochi, Rusia 31 Oktober 2022. (via REUTERS/SPUTNIK) Foto: Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri konferensi pers setelah pertemuan trilateral dengan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev dan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan di Sochi, Rusia 31 Oktober 2022. (via REUTERS/SPUTNIK)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Rusia Vladimir Putin sedang mengusulkan pembentukan aliansi gas dengan Kazakhstan dan Uzbekistan. Hal ini dilakukan demi membentuk mekanisme pengiriman gas alam antara ketiga negara dan ke negara lain, termasuk China.

Sehari setelah Presiden Kazakhtan Kassym-Jomart Tokayev bertemu dengan Putin di Moskow tentang hal ini, Juru Bicara Kremlin Rusia Dmitry Peskov juga mengkonfirmasi. Bahwa proposal tersebut sedang dibahas antara ketiga negara karena perlu adanya sinkronisasi dalam menjual gas alam.

"Tahap pertama proposal Putin membayangkan penciptaan mekanisme koordinasi untuk rencana tersebut," kata Peskov dalam laporan RFE yang dikutip Oil Price, Kamis (1/12/2022).

"Masalah ini mungkin harus didiskusikan dengan badan hukum untuk menjalin kerja sama antara ketiga negara dan mengamankan pengembangan infrastruktur untuk pasar luar," tambahnya.

Peskov menambahkan bahwa Kazakhstan juga akan diuntungkan dengan adanya perserikatan ini. Karena wilayah Utara negara itu yang bergantung dari pasokan asal Siberia.

"Ini akan membuat Astana berhemat hingga puluhan miliar dollar," tambahnya.

Sementara itu, Juru Bicara Kepresidenan Kazakhstan Ruslan Zheldibai menulis di Facebook bahwa negara itu dan Rusia telah membahas bagaimana mengkoordinasikan tindakan bersama untuk pengangkutan gas Rusia. Itu akan melalui wilayah Kazakhstan dan Uzbekistan.

"Presiden Kassym-Jomart Tokayev dan Vladimir Putin berpikir perlu adanya pembicaraan terperinci dengan partisipasi para ahli untuk menemukan solusi rasional atas masalah yang mempertimbangkan kepentingan semua pihak yang terlibat," tulis Zheldibai.

Rusia dikenal sebagai pengekspor gas alam utama. Di sisi lain jumlah gas alam yang diproduksi oleh Kazakhstan dan Uzbekistan hampir tidak cukup untuk konsumsi sendiri.

Dua ekonomi utama kawasan Asia Tengah itu pun selama ini menjadi pertemuan pipa gas antara aliran dari Turkmenistan dan Rusia. Gas itu juga mengalir menuju China.

Moskow sendiri telah meningkatkan pengiriman gas alamnya ke China sejak negara-negara Eropa mulai mengurangi ketergantungan mereka pada gas Rusia. Ini merupakan aksi protes Benua Biru atas serangan militer Negeri Beruang Putih itu ke Ukraina.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Putin 'Ejek' Kebijakan Energi Eropa


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading