Duh! Harga CPO Melorot, Penerimaan Bea Cukai Auto Lesu

News - Anisa Sopiah, CNBC Indonesia
25 November 2022 15:15
Antrean truk kelapa sawit di Kalimantan Tengah (Tangkapan layar Apkasindo) Foto: Antrean truk kelapa sawit di Kalimantan Tengah (Tangkapan layar Apkasindo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mencatat penurunan penerimaan negara dari pos bea keluar (BK) sebesar 79% pada Oktober 2022.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan penurunan penerimaan bea keluar pada bulan Oktober 2022 ini terjadi karena dipengaruhi oleh menurunnya harga minyak mentah (CPO).

Dia melaporkan bahwa penurunan penerimaan BK Oktober dipengaruhi oleh rendahnya harga CPO dan tarif bea keluar yang dikenakan. Dimana harga referensi CPO pada tanggal 1-15 Oktober sebesar US$ 792/MT sedangkan pada tanggal 16-31 Oktober sebesar US$ 714/MT.

"Bea keluar mengalami penurunan yang cukup besar terutama karena porsi mengenai CPO kita, dan memang harga CPO kalau tadi dilihat pernah mengalami US$ 1700 kemudian drop di US$ 700 sekarang sudah mulai naik di US$ 800 per metric ton," jelasnya dalam Konferensi Pers APBN Kita, Kamis (24/11/2022).

Lebih lanjut, secara akumulasi, bea keluar tumbuh sebesar 44,85% (year-on-year/yoy), namun angka ini turun tajam dari penerimaan tahun 2021 lalu yang menyentuh angka 870,97% yoy.

"Kenaikannya 44,85%, meskipun untuk bea keluar ini masih jauh lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang melonjak sampai 870%," terangnya.

Pertumbuhan bea keluar sebesar 44,85% secara tahunan ini berasal dari tarif bea keluar ekspor produk kelapa sawit yang sempat tinggi pada bulan Januari hingga Mei 2022, perubahan tarif pada bulan Juni dan flush out serta adanya peningkatan volume ekspor komoditas tembaga.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Makasih, Bos Sawit! Ekspor Naik, Neraca Dagang Melejit


(haa/haa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading